Ilustrasi menguap
Katakini.com - Menguap merupakan fenomena alami tubuh manusia yang kerap terjadi akibat rasa kantuk, kelelahan, maupun rasa malas.
Dalam ajaran Islam, aktivitas harian sederhana seperti menguap pun memiliki etika serta adab yang diatur secara indah.
Islam mengajarkan agar setiap Muslim berusaha menahan uapan sekuat tenaga agar tidak terbuka secara berlebihan.
Perintah untuk menahan uapan ini berkaitan erat dengan rasa malas yang sangat disukai oleh setan untuk mengganggu manusia.
Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam bersabda dalam Hadis Riwayat Bukhari bahwa menguap itu datangnya dari dorongan setan.
Dalam hadis tersebut, Beliau meminta umatnya untuk menahan uapan sebisa mungkin apabila dorongan menguap itu datang menghampiri.
Apabila seseorang tidak mampu menahannya, sunnah berikutnya adalah menutup mulut dengan tangan kiri atau punggung tangan.
Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam memperingatkan dalam Hadis Riwayat Muslim bahwa setan akan masuk ke dalam mulut ketika seseorang menguap tanpa ditutup.
Selain menutup mulut, seorang Muslim juga dilarang mengeluarkan suara atau erangan keras saat sedang menguap.
Suara yang keluar ketika menguap akan membuat setan tertawa senang atas kelalaian serta sikap malas hamba tersebut.
Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam bersabda dalam Hadis Riwayat Tirmidzi bahwa apabila seseorang mengucapkan "aah" saat menguap, setan akan tertawa.
Adab menjaga kesopanan ini juga merupakan cerminan dari Perintah Allah untuk senantiasa bertakwa dan menjaga etika diri.
Allah Subhanahu wa Ta`ala berfirman dalam Surah Al-A`raf ayat 205 agar manusia senantiasa mengingat-Nya dengan merendahkan diri dan tidak bersuara keras.
Menjaga adab saat menguap terutama ketika sedang menunaikan ibadah shalat menjadi hal yang amat krusial demi menjaga kekhusyukan.
Dengan mengamalkan sunnah sederhana ini, seorang Muslim tidak hanya menjaga kesopanan sosial tetapi juga meraih pahala dari meneladani Rasulullah.