Ilustrasi Hari Maulid Nabi
Katakini.com - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW senantiasa menjadi topik hangat yang menarik dipelajari dari sudut pandang hukum fikih Islam.
Para ulama mayoritas dari mazhab Syafi`i, seperti Imam As-Suyuthi, memandang peringatan ini sebagai bid`ah hasanah atau inovasi yang bernilai baik.
Landasan utama dari rasa kegembiraan atas kelahiran Nabi SAW ini merujuk pada firman Allah SWT dalam Al-Qur`an Surat Yunus ayat 58:
“Katakanlah: Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (QS. Yunus: 58).
Rasulullah SAW sendiri memberikan teladan untuk memuliakan hari kelahirannya melalui amalan ibadah, sebagaimana terekam dalam sebuah hadits shahih.
Dalam Riwayat Muslim, ketika ditanya tentang puasa hari Senin, Rasulullah SAW menjawab: “Itu adalah hari aku dilahirkan dan hari aku diutus atau diturunkan wahyu kepadaku.”
Imam Ibn Hajar Al-Asqalani juga menemukan dalil peringatan Maulid dari peristiwa rasa syukur Nabi Musa AS atas keselamatan dari kejaran Firaun.
Menurut beliau, jika rasa syukur atas peristiwa bersejarah diperbolehkan pada hari tertentu, maka kelahiran Rasulullah SAW tentu sangat layak disyukuri.
Peringatan Maulid Nabi biasanya diisi dengan pembacaan Al-Qur`an, salawat, serta kisah perjuangan hidup Rasulullah SAW yang penuh keteladanan.
Amalan-amalan yang dilakukan dalam rangkaian peringatan Maulid tersebut pada dasarnya memiliki landasan syariat yang sangat kuat dalam Islam.
Kendati demikian, para ulama memberikan catatan agar peringatan Maulid tetap terbebas dari perbuatan kemungkaran maupun hal-hal yang melanggar syariat.
Di sisi lain, sebagian ulama memandang peringatan ini tidak pernah dicontohkan secara khusus oleh generasi sahabat maupun Salafus Shalih.
Perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai hukum Maulid hendaknya disikapi dengan rasa saling menghormati dan penuh kedewasaan.
Fokus utama bagi umat Islam adalah menjadikan momen ini untuk makin meneladani akhlak mulia dan meningkatkan cinta kepada Nabi SAW.
Mari jadikan peringatan Maulid Nabi sebagai sarana mempererat ukhuwah islamiyah dan menumbuhkan semangat memperbanyak salawat setiap hari.