Ilustrasi foto suasana Isra Miraj
Terasmuslim.com - Perayaan Isra Miraj di berbagai wilayah Indonesia selalu menjadi momentum berharga untuk memperkuat syiar agama sekaligus menjaga tradisi leluhur.
Peristiwa maha dahsyat ini diabadikan secara langsung oleh Allah SWT dalam Firman-Nya melalui Al-Qur`an Surat Al-Isra ayat 1:
“Maha Suci Allah, yang telah menjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsha.” (QS. Al-Isra: 1).
Perjalanan luar biasa dari Makkah ke Palestina hingga menuju Sidratul Muntaha ini merupakan muakjizat agung yang meneguhkan kenabian Rasulullah SAW.
Di dalam Sidratul Muntaha inilah, Rasulullah SAW menerima perintah ibadah salat lima waktu secara langsung tanpa melalui perantara malaikat Jibril.
Wajibnya ibadah salat menegaskan betapa pentingnya kedudukan amalan ini sebagai tiang utama dalam menegakkan agama Islam.
Sebagaimana ditegaskan dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa salat lima waktu adalah kewajiban utama yang disyariatkan pada malam mulia tersebut.
Secara kontekstual, peringatan Isra Miraj di era modern berfungsi sebagai media syiar yang efektif untuk merekatkan tali silaturahmi antarumat beriman.
Berbagai kegiatan keagamaan seperti pengajian umum, tabligh akbar, hingga perlombaan islami diselenggarakan untuk mengedukasi generasi muda.
Di sisi lain, masyarakat Nusantara juga memadukan syiar tersebut dengan tradisi lokal seperti tradisi Rajaban atau kenduri keagamaan.
Akulturasi antara syariat Islam dan budaya lokal ini membuktikan bahwa dakwah Islam mampu bersikap fleksibel serta merangkul kearifan setempat.
Tradisi syukuran dan makan bersama saat perayaan Isra Miraj menjadi wujud rasa syukur atas nikmat iman serta Islam.
Peringatan tahunan ini hendaknya tidak sekadar menjadi ritual seremonial, tetapi menjadi sarana perenungan mendalam bagi setiap muslim.
Inti dari peringatan sejarah suci ini adalah kesadaran untuk terus memperbaiki kualitas salat fardhu kita setiap hari.
Dengan menjaga kualitas salat, seorang muslim diharapkan mampu memancarkan akhlak mulia dalam kehidupan bermasyarakat.
Mari jadikan perayaan Isra Miraj sebagai sarana memperkuat iman, merawat tradisi Islam, dan menyebarkan syiar kedamaian bagi sesama.