• Info MPR

HNW Dorong Wayang Kulit Jadi Ruang Merawat Budaya dan Persatuan Bangsa

Agus Mughni Muttaqin | Selasa, 25/08/2026 07:28 WIB
HNW Dorong Wayang Kulit Jadi Ruang Merawat Budaya dan Persatuan Bangsa Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid atau dikenal HNW menghadiri Pagelaran Rakyat Wayang Kulit di halaman parkir Gedung DPP PKS, Jakarta Selatan, Sabtu (22/8/2026) malam (Foto: Humas MPR)

JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) menilai pelestarian budaya Nusantara memiliki peran penting dalam menjaga identitas sekaligus memperkuat persatuan bangsa.

Menurutnya, kebudayaan juga dapat menjadi sarana untuk mendekatkan nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat. Hal itu disampaikan HNW saat menghadiri Pagelaran Rakyat Wayang Kulit di halaman parkir Gedung DPP PKS, Jakarta Selatan, Sabtu (22/8/2026) malam.

Pagelaran yang digelar MPR RI tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus Sosialisasi Empat Pilar MPR RI. Lakon Bimo Kurdo dibawakan Ki Jatmiko Anom Saputro, putra maestro dalang Ki Anom Suroto.

Sebelum pagelaran dimulai, HNW menyampaikan pesan kebangsaan mengenai pentingnya merawat kebudayaan sebagai bagian dari pelaksanaan amanat konstitusi.

"Agama dan kebangsaan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan masyarakat Indonesia," kata HNW.

Ia mengatakan pelestarian budaya tidak hanya berkaitan dengan mempertahankan kesenian tradisional, tetapi juga menjaga kekayaan bangsa agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

HNW menyebut PKS memiliki kepedulian terhadap kebudayaan Nusantara, termasuk budaya Jawa dan Sunda.

“Sesuai Pancasila dan UUD NRI 1945, agama kita maupun kebangsaan kita adalah dua kondisi yang tidak terpisah. Ibarat dua wajah dari mata uang yang sama,” ujarnya.

Menurut HNW, MPR RI menjadikan pagelaran budaya sebagai salah satu cara menyosialisasikan Empat Pilar MPR RI. Pendekatan melalui budaya dinilai dapat membuat pesan kebangsaan lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.

HNW juga mengingatkan bahwa konstitusi memberikan perhatian terhadap pengembangan kebudayaan nasional. Negara memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan mengembangkan kebudayaan sebagai bagian dari kekuatan Indonesia.

Wayang kulit, kata dia, menjadi salah satu contoh kekayaan budaya Indonesia yang telah mendapat pengakuan dunia melalui UNESCO sebagai warisan budaya takbenda.

Karena itu, menurut HNW, menjaga wayang tidak sebatas mempertahankan seni pertunjukan tradisional, tetapi juga menjaga identitas bangsa.

Pagelaran kali ini mengangkat lakon Bimo Kurdo. HNW menilai kisah tersebut memiliki relevansi dengan semangat kemerdekaan karena menggambarkan perjuangan menghadapi berbagai cobaan, hambatan, dan kejahatan hingga akhirnya kebenaran memperoleh kemenangan.

Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, menurut HNW, juga menjadi kesempatan untuk kembali memperkuat rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia.

Ia mengingatkan berbagai persoalan yang dihadapi bangsa, mulai dari bencana alam hingga tekanan ekonomi, tidak semestinya menghilangkan optimisme dan rasa persatuan masyarakat.

“Kalau kita tidak pandai-pandai merajut dan menyegarkan kembali ingatan kesyukuran akan kemerdekaan Indonesia, bisa jadi pesimisme akan mendominasi, sehingga bisa jadi perasaan sebangsa dan setanah air kita akan semakin menjadi gersang,” katanya.

HNW juga mengaitkan rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia dengan perjuangan bangsa Palestina yang hingga kini masih memperjuangkan kemerdekaan.

Ia berharap pagelaran wayang kulit tersebut tidak berhenti sebagai hiburan, tetapi turut menjadi ruang untuk menghidupkan kembali kesadaran mengenai pentingnya persatuan di tengah keberagaman.

“Kita di partai politik, kita di lembaga negara, kita di Jawa maupun suku lainnya, kita bisa menyatu padu sebagai sesama warga dan rakyat Indonesia,” ujar HNW.

Menurutnya, semangat persatuan tersebut juga telah dicontohkan para pendiri bangsa dalam proses pembentukan dasar dan negara Indonesia melalui BPUPK, Panitia Sembilan, dan PPKI.

Pagelaran tersebut dihadiri Ketua Fraksi PKS MPR RI Tifatul Sembiring, Ketua Fraksi PKS DPR RI Abdul Kharis Almasyhari, jajaran DPP PKS dan Dewan Syariah PKS. Dari Sekretariat Jenderal MPR RI hadir Kepala Biro Humas dan Sistem Informasi Budi Muliawan beserta jajaran.

Usai menyampaikan pesan kebangsaan, HNW secara simbolis menyerahkan tokoh wayang kepada Ki Jatmiko Anom Saputro sebagai tanda dimulainya Pagelaran Rakyat Wayang Kulit.