• News

BMKG Catat 1.923 Titik Panas Terdeteksi di Papua Tengah, Nabire Paling Banyak

Agus Mughni Muttaqin | Senin, 24/08/2026 08:46 WIB
BMKG Catat 1.923 Titik Panas Terdeteksi di Papua Tengah, Nabire Paling Banyak Brigade Manggala Agni Kemenhut dalam upaya pemadaman karhutla (Foto: Kemenhut)

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat 1.923 titik panas atau hotspot terdeteksi di Papua Tengah selama periode 10-22 Agustus 2026.

Kabupaten Nabire menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni mencapai 1.069 titik atau lebih dari separuh total hotspot yang terdeteksi di Papua Tengah dalam periode tersebut.

Kepala BMKG Nabire Husain Kamadi mengatakan dari 1.923 titik panas tersebut, sebanyak 273 titik memiliki tingkat kepercayaan rendah, 1.537 titik kategori sedang, dan 113 titik kategori tinggi.

"Kondisi saat ini, kita bisa lihat bahwa curah hujannya sangat rendah. Sumber air khususnya di wilayah Kabupaten Nabire sangat rendah sehingga potensi kebakaran sangat mudah terjadi manakala terpicu oleh api," kata Husein Kamadi di Nabire, Minggu (23/8).

Ia mengatakan, analisis curah hujan dalam tiga dasarian terakhir menunjukkan kondisi sangat rendah sehingga ketersediaan sumber air di Nabire ikut menurun

Menurut dia, kondisi tersebut membuat vegetasi dan lahan lebih mudah terbakar sehingga masyarakat perlu meningkatkan kesiapsiagaan serta segera berkoordinasi dengan BPBD atau pihak terkait apabila menemukan titik api.

BMKG juga mengingatkan masyarakat tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di lahan atau semak-semak yang kering dan mudah terbakar.

Ia mengatakan, banyaknya titik panas juga berpotensi mempengaruhi kualitas udara di Nabire. Saat ini BMKG belum memiliki stasiun Global Atmosphere Watch (GAW) di Papua Tengah untuk mengukur kualitas udara secara langsung.

"Kalau kita lihat secara visual, kondisi saat ini kualitas udaranya sudah sangat menurun. Dengan adanya titik panas, ini menjadi sumber asap di Nabire," ujarnya. (Ant)