Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait.
JAKARTA - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruar Sirait akan menyumbangkan dana sebesar Rp5 miliar untuk membantu pembangunan kembali hunian bagi masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hal ini disampaikannya usai Raker RDP dengan Komisi V DPR RI di Kompleks DPR/MPR RI di Jakarta, Kamis (20/8).
"Saya juga akan mulai melakukan donasi dari saya Rp5 miliar pribadi untuk bisa melakukan gotong-royong untuk perumahan di NTT," kata Menteri PKP.
Ia mengatakan bahwa dalam menghadapi situasi darurat bencana seperti ini, kekuatan terbesar bangsa terletak pada nilai-nilai gotong royong dan rasa solidaritas.
"Apalagi tadi kita lihat betapa masih seringnya gempa terjadi. Jadi kekuatan bangsa ini gotong-royong, kita akan mengambil inisiatif tadi saya sudah izin sama DPR untuk juga kita bergotong-royong untuk saudara-saudara kita yang ada di NTT," ujar dia.
Selain itu, Kementerian PKP juga akan menggalang dukungan kemitraan termasuk merangkul sektor swasta dalam program gotong royong perumahan ini.
Model kolaborasi swasta ini sebelumnya diklaim sukses diterapkan di wilayah Sumatera, yang mana sebagian besar hunian pasca-bencana sudah selesai dibangun dan kini telah dihuni oleh warga setempat.
"Kalau dari dukungan gotong-royong dari swasta, kami juga sudah menyelesaikan cukup banyak dan sudah sebagian besar dihuni oleh warga di Sumatera," tambah Menteri PKP.
Adapun mengenai perkembangan terbaru pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban gempa NTT, ia menjelaskan bahwa saat ini masih dalam proses lelang.
"Sampai sekarang belum ada pembangunan huntap, masih proses lelang," ujar Maruar.