• News

Hari Anak Nasional, Kemen PPPA Dorong Semua Pihak Perkuat Perlindungan Anak

Agus Mughni Muttaqin | Sabtu, 18/07/2026 21:31 WIB
Hari Anak Nasional, Kemen PPPA Dorong Semua Pihak Perkuat Perlindungan Anak Ilustrasi anak sekolah

JAKARTA - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menjadikan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 sebagai momentum memperkuat kolaborasi nasional dalam mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak.

Asisten Deputi Penyedia Layanan Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus Kemen PPPA, Ciput Eka Purwanti menyampaikan HAN menjadi momentum untuk mengingatkan seluruh orang dewasa bahwa pemenuhan hak dan perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi seluruh elemen bangsa.

"Perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, rangkaian Hari Anak Nasional tahun ini berkolaborasi dengan berbagai kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi masyarakat, media, hingga keluarga agar bersama-sama menghadirkan ruang yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak," ujar Ciput dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (18/7)

Mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan", peringatan HAN ke-42 Tahun 2026 bertujuan memperkuat upaya penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak anak sebagai generasi penerus bangsa.

Kemen PPPA mengajak seluruh masyarakat menanamkan nilai kasih sayang, perlindungan, penghormatan terhadap keberagaman, budaya antikekerasan, dan pemanfaatan ruang digital yang bertanggung jawab pada anak.

Ciput menjelaskan kolaborasi HAN 2026 diwujudkan melalui Gerakan Nasional #RuangAmanNyamanAnak (Gernas RANA), Kemen PPPA bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Agama, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, dan berbagai kementerian/lembaga lainnya melaksanakan gerakan bersama.

Gerakan bersama yang dimaksud di antaranya ialah mengintegrasikan upaya pencegahan, perlindungan, partisipasi anak, penguatan keluarga, penguatan peran masyarakat, keamanan ruang digital, dan respon cepat terhadap kekerasan terhadap anak.

"Hulu dari perlindungan anak sesungguhnya dimulai dari keluarga. Ketika keluarga mampu memberikan pengasuhan yang baik, dilanjutkan dengan sekolah yang aman, ruang publik yang ramah anak, dan ruang digital yang sehat, maka risiko anak mengalami kekerasan dan berbagai bentuk pelanggaran hak anak dapat ditekan," ujar dia.

Ciput menambahkan makna Hari Anak Nasional bukan semata-mata mengingatkan anak, melainkan menjadi refleksi bagi seluruh orang dewasa.

"Sebenarnya Hari Anak Nasional (HAN) bukan hanya untuk anak. Kalau kita mau refleksi, persoalan Hari Anak Nasional justru menjadi pengingat bagi orang dewasa," ujar dia.

"Persoalan yang dihadapi anak hari ini sebetulnya persoalan orang dewasa. Ketika anak mengalami adiksi gawai, kekerasan, atau kehilangan ruang bermain, kita perlu bertanya apakah orang dewasa telah menghadirkan pengasuhan, pendampingan, dan lingkungan yang mereka butuhkan?" tegas Ciput.

Peringatan HAN 2026 didorong semakin dekat dengan kehidupan masyarakat melalui pendekatan desentralisasi. Berbagai kegiatan akan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia agar lebih banyak anak dapat merasakan makna Hari Anak Nasional tanpa harus terpusat di satu lokasi.

Berbagai kegiatan juga dirancang untuk memberikan ruang partisipasi yang bermakna bagi anak, mulai dari bermain, menyampaikan aspirasi, hingga mengenal berbagai profesi sebagai bekal menjadi generasi Indonesia Emas 2045.