• News

Kunjungan Ketua MPR dan Menlu RI ke Iran Dinilai Tanda Hubungan Spesial

Aliyudin | Sabtu, 11/07/2026 08:18 WIB
Kunjungan Ketua MPR dan Menlu RI ke Iran Dinilai Tanda Hubungan Spesial Pengamat Komunikasi Politik dari Swarna Dwipa Institute (SDI) Frans Immanuel Saragih. Foto: katakini

JAKARTA - Kunjungan utusan khusus yaitu Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan Menteri Luar Negeri Sugiono beserta rombongan untuk hadir dan berziarah langsung ke makam pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di kota Mashad dinilai sebagai tanda bahwa kedua negara memiliki huhungan spesial.

Demikian disampaikan pengamat komunikasi politik Swarna Dwipa Institute (SDI) Frans Immanuel Saragih, Sabtu (11/7/2026).

Dalam satu pekan terakhir mata dunia internasional tertuju ke Iran, dimana dilaksanakannya prosesi pemakaman Supreme Leader Iran Ayatollah Ali Khamenei. 

Pemimpin tertinggi Iran tersebut dibunuh oleh Amerika Serikat dan Israel ketika mereka menyerang Iran pada 28 Februari 2026.

Sebelumnya, pada tahun 2025 telah terjadi perang 12 hari dimana Iran diserang oleh militer Israel yang juga merenggut banyak korban jiwa.

Prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei berlangsung cukup panjang dimulai dari Teheran, Qom, Irak, dan diakhiri dengan pemakaman di tempat kelahiran Ali Khamenei di kota Mashhad, tepatnya di lokasi pemakaman suci Imam Reza.

Frans mengatakan, banyak pihak yang menanyakan kenapa tidak hadir di awal prosesi saat tamu-tamu melakukan penghormatan terakhir di Teheran. 

"Menurut pandangan saya tidak ada kata terlambat dalam hal ini, semua dilakukan berdasarkan pertimbangan,"  sahabat yang melakukan ziarah dan takziah pertama ke makam Ayatollah Ali Khamenei di kota Mashhad," sambungnya.

Bagi Frans, hal tersebut menunjukkan kedekatan yang khusus antara Indonesia dan Iran.

"Dalam beberapa kesempatan pihak Iran juga menyampaikan bahwa Indonesia adalah sahabat Iran dan selalu memiliki hubungan spesial," ujarnya. 

Ia menjelaskan, Indonesia dan Iran berada bersama sama di beberapa organisasi internasional seperti BRICS, Non Blok, dan OKI. 

"Mungkin banyak masyarakat di tanah air yang tidak mengetahui selama perang berlangsung, Indonesia tidak pernah menutup Kedutaan Besar di kota Teheran. Sementara banyak negara lain menutup sementara kedutaan mereka," ujarnya.

"Hal itu menandakan bahwa Indonesia selalu membersamai Iran dalam hal apapun, termasuk dalam kondisi perang," imbuhnya.

Frans mengatakan, rombongan Indonesia diterima dengan sangat baik oleh Menlu Iran Abbas Araghchi dan juga Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf. Secara Komunikasi Politik, katanya, penerimaan pihak Iran di tengah suasana duka menunjukkan Iran selalu menganggap Indonesia adalah sahabat dan punya posisi penting dalam hubungan Internasional. 

"Oleh karena itu saya melihat Indonesia dibawah Pemerintahan Prabowo telah mampu untuk membina hubungan baik dengan Iran. Pihak Iran juga selalu menganggap Indonesia memiliki posisi spesial bagi Iran," tutup Frans.