Gunung Semeru.
LUMAJANG - Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur mengalami enam kali erupsi dengan tinggi letusan hingga 1,3 kilometer di atas puncak pada Jumat (10/7).
Erupsi pertama terjadi pada pukul 06.29 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1,1 km di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya, erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 165 detik.
"Erupsi kedua terjadi pada pukul 07.39 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1,3 km di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara dan timur laut," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto dalam laporan tertulis, melansir Antara.
Kemudian Semeru erupsi kembali pada pukul 08.57 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1,2 km di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur laut.
Erupsi keempat terjadi pukul 09.29 WIB dan kelima pukul 09.54 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 500 meter di atas puncak.
"Pada pukul 10.02 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah selatan," katanya.
Ia menjelaskan saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).
Di luar jarak tersebut, kata dia, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
"Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.
Ia meminta masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," kata Liswanto.