• News

Penggunan Commuter Line Jabodetabek 181,61 Juta pada Semester I 2026

Aliyudin | Kamis, 09/07/2026 12:27 WIB
Penggunan Commuter Line Jabodetabek 181,61 Juta pada Semester I 2026 Penumpang KRL. Foto: kaicommuter/katakini.com

JAKARTA –  Pengguna Commuter Line Jabodetabek sebanyak 182,61 juta penumpang sepanjang Semester I 2026. Meningkat 7,02% dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 169,70 juta penumpang.

“Angka ini menunjukan Commuter Line semakin dipercaya masyarakat untuk perjalanan yang aman, terjangkau, dan terintegrasi,” kata Direktur Utama KAI Commuter Purnomo Sidi, Kamis (9/7/2026).

Ia juga menjelaskan, tren peningkatan penumpang didukung oleh konektivitas wilayah, aktivitas ekonomi, serta layanan transportasi publik yang semakin terintegrasi.

Jadi, kata Purnomo, peningkatan pengguna Commuter Line di Area Jabodetabek ini menjadi gambaran bagaimana peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik untuk mobilitas perkotaan, perjalanan harian, serta akses bandara dan antar kota.

Volume pengguna Commuter Line Merak juga mencatatkan peningkatan 9,4% atau melayani sebanyak 2,41 juta orang pengguna.

Begitu juga layanan Commuter Line Basoetta. Pada semester pertama ini melayani 1,19 juta lebih pengguna atau 12,67% jika dibanding periode yang sama tahun lalu.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda juga menyampaikan bahwa pada semester I 2026 juga diwarnai sejumlah kabar baik pada layanan pengguna Commuter Line.

“KAI Commuter mengoperasikan Stasiun Jatake di lintas Rangkasbitung dan Stasiun Jakarta International Stadium (JIS) di lintas Tanjung Priok pada akhir Januari dan Juni 2026. Layanan ini membuka akses masyarakat dari kawasan pemukiman dan pusat kegiatan masyarakat dalam menggunakan Commuter Line Jabodetabek,” ujar Karina.

Semester I 2026 juga diwarnai penguatan layanan yang dekat dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Kereta Petani Pedagang di lintas Rangkasbitung–Merak melayani 26.074 pengguna sepanjang Januari–Juni 2026.

Sejak melayani lintas tersebut pada 1 Desember 2025, layanan ini telah dimanfaatkan 30.189 pengguna dari lapisan petani dan pedagang.

Di sepanjang semester I 2026 ini, Kartu Multi Trip (KMT) merupakan alat pembayaran pilihan utama pengguna Commuter Line Jabodetabek. Selain mudah dan tanpa masa kedaluwarsa, pengguna KMT sebesar 46,30% dari seluruh transaksi pembayaran atau sebanyak 82,42 juta lebih pengguna, diikuti transaksi dengan seluruh Kartu Bank sebanyak 44,85% atau sebanyak 79,83 juta pengguna.

Proses pembayaran tiket Commuter Line Jabodetabek saat ini juga sudah bisa menggunakan kode QR dan Qristap dengan total sebanyak 15,7 juta transaksi atau sebesar 8,82% dari seluruh transaksi.