Peta yang menunjukkan Selat Hormuz terlihat dalam ilustrasi ini (Foto: REUTERS)
JAKARTA - Sebuah kapal tanker gas alam cair (LNG) mengeluarkan beberapa panggilan darurat pada Selasa pagi setelah diserang di Teluk Oman, demikian rekaman dari saluran radio VHF maritim di dekat Selat Hormuz.
Rekaman tersebut, yang diberikan secara eksklusif kepada Xinhua oleh seorang awak kapal niaga di sekitar lokasi, menangkap transmisi radio dari kapal yang diserang tersebut, yang melaporkan bahwa mereka telah dihantam sebuah drone di sisi kiri lambung kapal.
Kapal tersebut melaporkan bahwa telah terjadi kebakaran di ruang mesinnya, yang menimbulkan asap tebal, sementara awak kapal tidak dapat menilai tingkat kerusakan secara menyeluruh. Kapal itu meminta bantuan dari stasiun radio pantai dan angkatan laut terdekat.
Awak kapal juga melaporkan bahwa semua personel di atas kapal selamat dan telah berkumpul di sisi kanan lambung kapal.
Kapal tanker itu mengidentifikasi dirinya melalui radio sebagai AL REKAYYAT, sebuah kapal pengangkut LNG.
Mengingat sifat kargo LNG yang sangat mudah terbakar, serangan apa pun terhadap kapal semacam itu dapat menimbulkan risiko keselamatan serius, kata pelaut yang memberikan rekaman tersebut.