Aplikasi pinjaman online Tunaiku.
JAKARTA - Memahami bagaimana melibatkan anak ketika membeli kebutuhan sekolah dapat menjadi kesempatan untuk mengajarkan tanggung jawab sejak dini. Menurut UNICEF Parenting Report (2025), partisipasi anak dalam memilih perlengkapan sekolah membantu mereka membedakan antara kebutuhan yang mendesak dan keinginan yang bersifat tambahan.
Pendekatan ini juga membuat anak merasa dihargai dalam pengambilan keputusan kecil yang berpeluang bermanfaat pada tahap kehidupan berikutnya.
Lantas, bagaimana cara melibatkan anak dalam membeli kebutuhan sekolah? Berikut adalah tujuh cara yang dapat dilakukan agar anak mampu melatih rasa tanggung jawabnya.
Cara Melibatkan Anak Saat Membeli Kebutuhan Sekolahnya
Agar manfaat tersebut dapat dirasakan secara optimal, orang tua perlu melibatkan anak secara aktif dalam setiap tahap pembelian kebutuhan sekolah. Berikut beberapa cara yang dapat diterapkan.
1. Ajak Anak Membuat Daftar Kebutuhan
Melibatkan anak dalam membuat daftar perlengkapan sekolah membantu mereka memahami hal-hal yang perlu diprioritaskan. Survei National Retail Federation Back-to-School (2025) mencatat bahwa 60% orang tua melakukan kegiatan membuat daftar kebutuhan bersama anak.
Kegiatan ini memberi kesempatan bagi anak agar dapat membedakan barang-barang yang benar-benar penting seperti buku tulis dan alat tulis, serta barang-barang tambahan yang lebih bersifat keinginan.
Dengan membuat daftar tersebut, anak tidak hanya belajar merencanakan tetapi juga mulai menyadari pentingnya mengatur prioritas saat berbelanja kebutuhan sekolah. Dengan begitu, mereka pun menjadi lebih bertanggung jawab atas keputusan yang dibuat.
2. Diskusikan Perbedaan Keinginan vs Kebutuhan
Penting bagi anak untuk mengetahui perbedaan antara apa yang dibutuhkan dan apa yang sekadar diinginkan. OECD Financial Education Report (2025) menyampaikan bahwa pemahaman ini merupakan bagian awal dari literasi keuangan yang krusial bagi anak-anak sejak usia dini.
Orang tua dapat membimbing dengan memberikan contoh sederhana seperti pensil merupakan kebutuhan, sementara pensil dengan hiasan menarik masuk ke dalam kategori keinginan.
Penjelasan ini membantu anak menilai secara kritis dan membuat keputusan yang lebih bijak terkait pengeluaran untuk kebutuhan sekolah.
3. Berikan Pilihan Terbatas
Memberi anak beberapa pilihan yang terbatas, misalnya memilih antara dua jenis buku tulis dengan harga berbeda, bisa melatih kemampuan mereka dalam mengambil keputusan.
Laporan dalam Child Development Journal (2025) menyatakan bahwa anak-anak yang mendapat kesempatan memilih dalam batasan tertentu lebih cepat mengerti konsep tanggung jawab.
Pembatasan pilihan juga dapat menghindari kebingungan akibat terlalu banyak opsi, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan fokus.
4. Libatkan Anak Saat Membandingkan Harga
Mengajak anak membandingkan harga barang baik di toko fisik maupun secara online membantu melatih kemampuan berpikir kritis mereka.
World Bank Education Report (2025) menyebutkan bahwa belajar membandingkan harga merupakan bagian penting dari pendidikan finansial dasar.
Anak dapat mulai memahami bahwa harga lebih murah tidak selalu berarti kualitas buruk, dan harga lebih mahal tidak selalu mencerminkan barang yang lebih baik. Keterampilan ini menjadi modal dasar untuk pengambilan keputusan finansial yang cermat di masa mendatang.
5. Ajarkan Anak Menyusun Anggaran
Menyusun anggaran belanja sekolah merupakan skill dasar yang sebaiknya diajarkan sejak dini. Menurut UNICEF Financial Literacy for Children (2025), anak yang terbiasa membuat anggaran cenderung lebih mampu mengendalikan pengeluaran mereka.
Orang tua dapat memberi batas dana tertentu, misalnya Rp200.000 untuk membeli alat tulis, kemudian meminta anak memilih barang-barang sesuai jumlah tersebut. Cara ini mengajarkan anak bertanggung jawab atas dana terbatas dan membuat keputusan yang seimbang antara kebutuhan dan keinginan.
6. Berikan Tanggung Jawab Membawa Barang Belanjaan
Salah satu hal yang tidak kalah penting untuk meningkatkan rasa tanggung jawab anak adalah dengan memberinya tugas untuk membawa barang belanjaan perlengkapan sekolah.
Child Psychology Review (2025) menjelaskan bahwa anak-anak yang dipercayai dengan tanggung jawab kecil lebih percaya diri dalam berperilaku.
Dengan membawa barang belanjaan sendiri, anak akan merasa lebih terikat dengan keputusan yang telah dibuat dan melihat perlengkapan sekolah seolah-olah hasil usaha mereka sendiri. Ini juga dapat menjadi awal dalam pembentukan sikap mandiri.
7. Evaluasi Bersama Setelah Belanja
Setelah proses pembelian selesai, penting untuk duduk bersama anak dan mengevaluasi apakah barang yang dibawa sudah memenuhi kebutuhan yang sebenarnya.
Parenting Science Journal (2025) menyatakan bahwa evaluasi ini memberikan pengalaman reflektif yang akan memperbaiki cara pengambilan keputusan anak di masa depan.
Orang tua bisa menanyakan apakah semua barang yang dibeli tersebut memang dibutuhkan oleh anak, sehingga kesadaran mereka terhadap pengelolaan kebutuhan semakin meningkat.
Melibatkan anak dalam proses pembelian kebutuhan sekolah bukan hanya soal melengkapi perlengkapan belajar. Kegiatan ini memberikan momen berharga untuk mengajarkan nilai tanggung jawab dan literasi keuangan sejak masa kecil.
Dengan memahami konsep keinginan dan kebutuhan, anak dapat mengembangkan ekonomi pribadi yang sehat dan keterampilan pengambilan keputusan yang tepat.
Persiapkan Dana Tambahan untuk Pendidikan Anak
Terkadang kebutuhan sekolah di era saat ini mewajibkan anak untuk perangkat digital seperti laptop atau tablet dengan dana yang cukup besar.
Untuk membantu mengatasi kendala biaya tersebut, Anda dapat mempertimbangkan layanan pendanaan melalui aplikasi pinjaman online legal yang dapat diajukan secara mudah dan cepat seperti Tunaiku by Amar Bank.
Tunaiku menawarkan pinjaman tunai dengan limit mulai dari Rp2 juta hingga Rp30 juta serta bunga ringan sekitar 0,1% per hari. Proses pengajuan dilakukan secara online dan dapat diselesaikan dalam waktu singkat melalui tahapan verifikasi yang sederhana.
Selain itu, Tunaiku juga menyediakan berbagai metode pembayaran cicilan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna serta layanan pelanggan yang siap membantu melalui beberapa kanal resmi.
Untuk informasi lebih lanjut terkait pengajuan maupun pembayaran, nasabah dapat menghubungi call center Tunaiku melalui:
Jika dibutuhkan, pembatalan pinjaman juga dapat dilakukan dengan menghubungi kanal layanan pelanggan tersebut sesuai prosedur yang berlaku.
Layanan Tunaiku telah tersedia di berbagai kota besar di Indonesia, seperti Medan, Surabaya, Batam, Pekanbaru, Makassar, Denpasar, dan Manado.
Dengan sistem pengajuan yang sepenuhnya digital, proses pengajuan dapat dilakukan tanpa jaminan dan tanpa perlu datang ke kantor cabang, sehingga lebih praktis dan transparan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan maupun perangkat penunjang belajar anak.