Ilustrasi godaan setan
Katakini.com - Setan tidak akan pernah berhenti melancarkan tipu dayanya untuk menggelincirkan keimanan setiap anak Adam.
Dalam misinya menghancurkan manusia, makhluk terkutuk ini menggunakan strategi pengepungan yang sangat masif dan terencana.
Secara terang-terangan, iblis telah bersumpah di hadapan Allah SWT untuk menyerang kita dari berbagai penjuru.
Al-Qur`an merekam dengan sangat jelas sumpah dan taktik licik yang dilontarkan oleh gembong para setan tersebut.
"Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka, dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka." (QS. Al-A`raf: 17).
Ayat mulia ini menjadi peringatan dini bagi umat Islam bahwa musuh mengintai dari depan, belakang, kanan, dan kiri.
Serangan dari depan berupa keraguan akan akhirat, sementara dari belakang adalah tipuan untuk mencintai dunia secara berlebihan.
Adapun serangan dari arah kanan berupa pengaburan dalam urusan agama, dan dari arah kiri adalah ajakan kemaksiatan.
Rasulullah SAW juga sangat menyadari bahaya kepungan ini hingga beliau selalu mengamalkan doa perlindungan khusus.
Dalam sebuah hadits, beliau mengajarkan doa agar Allah senantiasa menjaga kita dari terkaman setan di setiap lini.
"Ya Allah, jagalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri, dan dari atasku, serta aku berlindung dengan keagungan-Mu agar tidak ditenggelamkan dari bawahku." (HR. Abu Dawud).
Hadits ini menjadi senjata spiritual yang wajib kita amalkan setiap pagi dan petang demi keselamatan iman.
Pengepungan empat arah ini hanya bisa ditembus jika seorang hamba memiliki benteng keikhlasan yang kokoh di hatinya.
Setan tidak akan berkutik menghadapi manusia yang senantiasa menjaga shalat, dzikir, dan keterikatan dengan Al-Qur`an.
Meskipun serangannya bertubi-tubi, Allah SWT menegaskan bahwa tipu daya setan itu pada hakikatnya adalah lemah.
Mari kita rapatkan barisan pertahanan iman dan selalu memohon perlindungan kepada Dzat Yang Maha Kuasa.
Semoga Allah SWT senantiasa menyelamatkan kita semua dari segala bentuk makar dan bisikan setan yang menyesatkan.