Ilustrasi godaan setan
Katakini.com - Iblis telah bersumpah di hadapan Allah SWT untuk menyesatkan anak cucu Adam dari segala arah dan cara.
Sumpah setia untuk menjerumuskan manusia ini bermula sejak penolakannya bersujud kepada Nabi Adam AS karena kesombongan.
Allah SWT telah mengabadikan peringatan nyata tentang permusuhan abadi ini di dalam Al-Qur`an Surat Al-A`raf ayat 16-17.
"Iblis menjawab: `Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka, dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka`." (QS. Al-A`raf: 16-17).
Salah satu senjata paling mematikan yang digunakan makhluk terlaknat ini adalah memberikan janji-janji palsu yang menggiurkan.
Janji iblis selalu dikemas dalam keindahan duniawi demi menutupi konsekuensi buruk dan dosa di baliknya.
Manusia sering kali teperdaya oleh tipuan tersebut hingga menunda-nunda tobat dan tenggelam dalam kemaksiatan yang panjang.
Rasulullah SAW juga mengingatkan umatnya untuk selalu memohon perlindungan dari bisikan jahat yang halus ini.
Dalam sebuah hadis, beliau bersabda mengenai bagaimana setan mengalir di dalam tubuh manusia layaknya aliran darah.
"Sesungguhnya setan itu berjalan dalam tubuh anak Adam melalui aliran darah." (HR. Bukhari dan Muslim).
Setan akan terus membisikkan rasa aman yang semu agar manusia merasa aman dari ancaman siksa neraka.
Mereka membuat perbuatan buruk terlihat seolah-olah menjadi amal saleh yang baik dan modern untuk dilakukan.
Padahal, ketika hari pembalasan tiba, iblis secara sepihak akan berlepas tangan dan mengingkari semua janji manisnya.
Al-Qur`an menggambarkan khotbah penyesalan iblis di dalam neraka kelak pada Surat Ibrahim ayat 22.
"Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: `Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya...`" (QS. Ibrahim: 22).
Sebelum terlambat, benteng utama untuk menghadapi perang spiritual ini adalah dengan memperkuat iman, takwa, dan ilmu agama.
Memperbanyak istighfar serta konsisten membaca ta`awudz merupakan perlindungan terbaik yang diajarkan oleh syariat Islam.