Sebuah rudal Iran terlihat selama upacara parade Hari Angkatan Darat Nasional di Teheran, Iran, 17 April 2024 (Foto: WANA via REUTERS)
TEHERAN - Angkatan Bersenjata Iran mengumumkan berakhirnya operasi militer mereka terhadap Israel.
Kendati demikian, Teheran memperingatkan akan meluncurkan serangan yang "jauh lebih keras" jika Tel Aviv kembali melakukan serangan ke Lebanon, demikian dilaporkan kantor berita semi-resmi, Fars.
"Menyusul agresi dan tindakan kekacauan yang dilakukan oleh rezim Zionis yang brutal di Lebanon selatan dan wilayah Dahieh—yang dilancarkan atas dukungan Amerika yang kriminal—angkatan bersenjata Republik Islam Iran yang kuat, demi mendukung rakyat Lebanon yang tertindas, telah memberikan respons yang menyakitkan terhadap rezim ini," demikian pernyataan dari Markas Pusat Khatam al-Anbiya seperti dikutip Fars.
Pernyataan dari pihak militer Iran ini keluar setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menuntut agar Israel dan Iran "segera menghentikan baku tembak".
Desakan Trump tersebut menyusul adanya gelombang serangan bertubi-tubi yang mengancam akan menghancurkan upaya kesepakatan damai untuk mengakhiri perang yang telah melumpuhkan sektor ekonomi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada respons resmi langsung dari pihak Israel.
Namun sebelumnya, seorang pejabat militer Israel yang enggan disebutkan namanya sempat menyatakan kepada kantor berita Reuters bahwa negaranya telah bersiap untuk berbagai opsi di Iran, mulai dari operasi beberapa hari hingga "selama waktu yang dibutuhkan".