• News

Media Israel: Pasukan Israel Bersiap Mencegat Armada Bantuan Gaza

M. Habib Saifullah | Senin, 18/05/2026 12:01 WIB
Media Israel: Pasukan Israel Bersiap Mencegat Armada Bantuan Gaza Kapal-kapal dari `Global Sumud Flotilla 2026 Spring Mission,` yang bertujuan untuk menembus blokade Israel di Gaza dan mengirimkan bantuan kemanusiaan, berangkat dari marina di Augusta di pulau Sisilia, Italia (Foto: ANTARA/Barış Seçkin-Anadolu/pri)

JAKARTA - Konvoi bantuan internasional, Global Sumud Flotilla, yang tengah berlayar menuju Jalur Gaza dilaporkan telah membunyikan alarm tanda bahaya.

Peringatan ini dikeluarkan setelah para aktivis mendeteksi keberadaan sebuah kapal militer yang mendekati konvoi mereka di perairan internasional.

Melansir laporan Al Jazeera, armada yang terdiri dari 54 kapal tersebut membawa misi kemanusiaan untuk menembus blokade ketat Israel di Gaza. Konvoi ini diperkirakan akan memasuki perairan wilayah Palestina tersebut dalam waktu sekitar dua hari ke depan.

Merespons pergerakan armada tersebut, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dilaporkan langsung menggelar rapat konsultasi keamanan darurat pada Minggu waktu setempat.

Kabar tersebut pertama kali dihembuskan oleh surat kabar Israel, Israel Hayom, mengutip sumber internal pemerintahan.

Di sisi lain, media Israel lainnya, Yedioth Ahronoth, merilis pernyataan dari salah satu sumber otoritas Israel yang memberikan peringatan keras terhadap para aktivis.

Sumber tersebut menegaskan bahwa pasukan militer Israel siap mengambil alih kendali kapal secara paksa.

"Pasukan (Israel) akan mengendalikan mereka dan telah menyiapkan tempat penahanan khusus berupa `penjara terapung`," ujar sumber tersebut seperti dilansir Al Jazeera.

Selain itu dua aktivis senior, Thiago Avila dan Saif Abu Keshek, dilaporkan berada di dalam manifes kapal tersebut.

Keduanya sempat diculik oleh pasukan Israel bulan lalu saat kapal mereka dicegat di perairan internasional lepas pantai Yunani.

Setelah ditahan selama 10 hari, mereka dibebaskan namun kini memilih kembali bergabung dalam misi konvoi.

Menanggapi kembalinya kedua aktivis tersebut, sumber militer Israel tersebut melayangkan ancaman yang lebih agresif.

"Kali ini, kami tidak akan melepaskan mereka secepat itu," tulis sumber tersebut.