• News

UNICEF: 59 Anak di Lebanon Tewas Sepekan Terakhir

M. Habib Saifullah | Kamis, 14/05/2026 14:01 WIB
UNICEF: 59 Anak di Lebanon Tewas Sepekan Terakhir Dua anak Mohammad al-Badran, seorang pengungsi Suriah dari pinggiran selatan Beirut, di dalam tenda mereka, di sebuah kamp sementara untuk para pengungsi, di Beirut, Lebanon, pada 1 April 2026 (Foto: Raghed Waked/Reuters)

BEIRUT - United Nations Children`s Fund (UNICEF), Rabu (13/5), menyatakan setidaknya 59 anak tewas atau terluka di Lebanon selama sepekan terakhir meskipun ada perjanjian gencatan senjata.

UNICEF juga memberi peringatan bahwa dampak fisik dan psikologis di kalangan penyintas muda akan semakin parah.

Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, sedikitnya 23 anak tewas dan 93 lainnya terluka sejak gencatan senjata mulai berlaku pada tengah malam antara 16 dan 17 April sehingga jumlah total korban anak-anak sejak 2 Maret mencapai 200 tewas dan 806 terluka.

Pada Rabu saja, sedikitnya 33 orang, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas dalam eskalasi serangan Israel di wilayah selatan dan tengah Lebanon, menurut Pusat Operasi Darurat Kesehatan Masyarakat (Public Health Emergency Operations Center) Lebanon dan media lokal.

"Anak-anak tewas dan terluka ketika mereka seharusnya kembali ke ruang kelas, bermain bersama teman-teman, dan pulih dari ketakutan serta kekacauan yang telah berlangsung berbulan-bulan," kata Direktur Regional UNICEF untuk Timur Tengah dan Afrika Utara Edouard Beigbeder.

Beigbeder menambahkan bahwa meskipun perjanjian tersebut dimaksudkan untuk menghentikan kekerasan, anak-anak terus mengalami serangan berulang dan trauma yang dapat menimbulkan dampak seumur hidup.

UNICEF juga memperingatkan bahwa lebih dari 770.000 anak di Lebanon mengalami tekanan psikologis yang semakin meningkat akibat paparan berulang terhadap kekerasan, pengungsian, dan kehilangan. Gejala yang dialami anak-anak dan pengasuh mereka meliputi ketakutan, kecemasan, mimpi buruk, insomnia, dan rasa putus asa.