Hajar Aswad (foto:inews)
JAKARTA - Dalam rangkaian ibadah Tawaf di Masjidil Haram, terdapat satu area yang dikenal memiliki keutamaan khusus bagi jamaah, yakni area di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad.
Dalam sebuah riwayat hadis, sahabat Abdullah bin as-Saib radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa ia mendengar Nabi SAW membaca doa di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad.
Adapun doa yang dimaksud adalah lafaz sebagaimana berikut:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Artinya: “Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.” (HR Ahmad)
Keistimewaan doa ini semakin besar karena terdapat dalam Alquran, tepatnya dalam surat Al-Baqarah ayat 201:
وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Artinya: “Dan di antara mereka ada yang berdoa: Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari azab neraka.”
Dalam tafsirnya, Imam Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat ini menjelaskan bahwa doa tersebut telah menghimpun seluruh kebaikan dunia dan menolak seluruh keburukan. Menurutnya, makna hasanah di dunia mencakup semua kebutuhan dan kenikmatan yang diinginkan manusia, seperti kesehatan, rumah yang lapang, pasangan yang baik, rezeki yang luas, ilmu yang bermanfaat, amal saleh, kendaraan yang nyaman, serta nama baik. Dan semua penafsiran para ulama tentang nikmat dunia pada hakikatnya masuk dalam cakupan makna hasanah fid-dunya.
Sedangkan hasanah fil-akhirah, menurut Ibnu Katsir, puncaknya adalah masuk surga beserta seluruh kenikmatannya. Termasuk di dalamnya rasa aman dari kedahsyatan Hari Kiamat, kemudahan saat hisab, dan seluruh keadaan baik di negeri akhirat.
Adapun permohonan agar dijauhkan dari azab neraka, menurut Ibnu Katsir, juga mencakup dimudahkannya sebab-sebab keselamatan sejak di dunia, seperti dijauhkan dari maksiat, dosa, perkara syubhat, dan hal-hal haram. (Lihat Tafsir al-Qur’an al-‘Adhim [Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah], jilid 1, h. 416)
Penjelasan Ibnu Katsir ini menunjukkan bahwa doa tersebut secara tersirat mengandung peta kehidupan seorang mukmin. Di dalamnya ada permintaan dunia yang baik, akhirat yang baik, sekaligus jalan hidup yang menyelamatkan.
Maka setiap kali sampai di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, hadirkan hati, rasakan kebutuhan kepada Allah, lalu bacalah doa ini dengan khusyuk dan penuh harap.
Bila seorang hamba memperoleh tiga hal yang terkandung dalam doa ini, yaitu berharap mendapat kebaikan dunia, kebaikan akhirat, dan keselamatan dari neraka, maka sungguh ia telah meraih keberuntungan yang sempurna.