• News

AirNav dan CAAS Bahas Kolaborasi Pengelolaan Lalu Lintas Udara Asia Pasifik

Aliyudin Sofyan | Jum'at, 08/05/2026 20:43 WIB
AirNav dan CAAS Bahas Kolaborasi Pengelolaan Lalu Lintas Udara Asia Pasifik Kunjungan delegasi Civil Aviation Authority of Singapore (CAAS) ke kantor pusat AirNav Indonesia, Jumat (8/5/2026). Foto: airnav/katakini

TANGERANG – AirNav Indonesia dengan Civil Aviation Authority of Singapore (CAAS) membahas penguatan kolaborasi strategis pengelolaan lalu lintas udara regional Asia Pasifik di Kantor Pusat AirNav Indonesia, Tangerang, Banten, Jumat (8/5/2026). 

Direktur Utama AirNav Indonesia, Capt. Avirianto Suratno menjelaskan, pembahasan antara AirNav Indonesia dengan delegasi CAAS itu difokuskan pada pengembangan Air Traffic Flow Management (ATFM), implementasi Cross-Border Extended Arrival Flow Management (FlexMAN), serta modernisasi navigasi penerbangan melalui Minimum Implementation Path (MIP).

”Dalam pemaparannya, CAAS menekankan pentingnya penguatan kolaborasi regional melalui pendekatan Regional Air Traffic Management (RATM) yang mengedepankan modernisasi sistem ATM, peningkatan situational awareness, dan collaborative decision making antarpemangku kepentingan navigasi penerbangan kawasan Asia Pasifik,” ungkap Avirianto Suratno.

Avirianto Suratno menambahkan, AirNav Indonesia menyambut positif langkah ini, menyusul proyeksi pertumbuhan trafik udara Asia Pasifik yang diperkirakan meningkat signifikan dalam dua dekade mendatang. ”Situasi tersebut menghadirkan tantangan baru ke depan, berupa meningkatnya kompleksitas ruang udara, kepadatan trafik, kebutuhan interoperabilitas layanan navigasi penerbangan antarnegara, hingga tuntutan efisiensi dan keberlanjutan operasional penerbangan,” katanya.

Sehubungan dengan itu, salah satu agenda yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah keterlibatan AirNav Indonesia dalam APAC Traffic Flow Coordination Call (TFCC), yaitu forum koordinasi regional ATFM yang bertujuan memperkuat pertukaran informasi trafik, kondisi cuaca, prediksi kepadatan ruang udara, serta pengaturan arus lalu lintas udara lintas negara secara lebih terintegrasi.

Selain itu, kedua pihak juga membahas pengembangan FlexMAN untuk mendukung pengaturan kedatangan pesawat lintas batas negara secara lebih efisien melalui koordinasi sequencing dan pengendalian arus trafik sejak fase upstream. Implementasi konsep ini diharapkan mampu meningkatkan prediktabilitas kedatangan pesawat, mengurangi kepadatan terminal airspace, meningkatkan efisiensi penggunaan ruang udara, serta menekan konsumsi bahan bakar penerbangan.

Sebagai bagian dari rangkaian kunjungan, delegasi CAAS turut meninjau Indonesia National Air Navigation Center (INMC) sebagai pusat layanan navigasi yang dikelola AirNav Indonesia, serta mengunjungi lokasi New Jakarta Air Traffic Service Center (New JATSC) yang tengah melakukan finalisasi pengimplementasian sistem Air Traffic Management System (ATMS).