Ilustrasi asteroid mendekati bumi. (FOTO: SHUTTERSTOCK)
JAKARTA - Sekelompok ilmuwan Tiongkok dilaporkan sedang mengembangkan metode untuk menghancurkan asteroid berukuran besar yang mengancam Bumi dengan menggunakan senjata nuklir.
Mengutip laporan South China Morning Post, tim peneliti dari China Rocket Research Institute di Beijing merancang strategi peluncuran wahana antariksa bertahap.
Konsep kerjanya diawali dengan meluncurkan penjelajah (probe) berbahan logam yang dihantamkan ke asteroid untuk membuat lubang dalam.
Selanjutnya, wahana antariksa kedua melepaskan bom nuklir ke dalam lubang tersebut sebelum akhirnya diledakkan dari dalam interior asteroid.
Para ilmuwan menjelaskan bahwa ledakan sebesar tiga megaton, atau setara dengan 200 kali daya ledak bom Hiroshima yang diklaim mampu menghancurkan asteroid berdiameter sekitar 100 meter secara total.
Tim peneliti juga menemukan bahwa menanam bom di kedalaman 30 meter di bawah permukaan dapat meningkatkan perubahan kecepatan asteroid hingga lebih dari tiga kali lipat dibandingkan ledakan dangkal, sehingga metode ini dinilai "jauh lebih efektif dalam mengubah lintasan objek antariksa."
Laporan media tersebut mencatat bahwa pendekatan para ilmuwan Tiongkok ini mengingatkan pada alur cerita film bencana asal AS tahun 1998, "Armageddon". Bedanya, konsep Tiongkok ini sepenuhnya mengandalkan wahana antariksa tanpa awak (unmanned spacecraft).
Menurut para peneliti, metode peledakan dari dalam ini secara teknis tidak terlalu rumit dan jauh lebih efektif dibandingkan sekadar mengarahkan muatan nuklir langsung ke permukaan asteroid.
Sumber: Sputnik