• News

Wamendikdasmen Tinjau Sekolah Manado, Pastikan Revitalisasi Berjalan Optimal

Vaza Diva | Rabu, 29/04/2026 15:45 WIB
Wamendikdasmen Tinjau Sekolah Manado, Pastikan Revitalisasi Berjalan Optimal Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat saat meninjau langsung revitalisasi sekolah di Manado (Foto: Humas Kemendikdasmen)

MANADO - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, melakukan kunjungan langsung ke SMP Negeri 14 Manado dan SMA Kristen St. Thomas Aquino Manado yang diusulkan sebagai penerima program revitalisasi satuan pendidikan.

Peninjauan tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapan serta mengidentifikasi kebutuhan nyata sekolah dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, pada Senin (27/4).

Dalam keterangannya, Wamen Atip menjelaskan bahwa kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan langsung terhadap persiapan sekolah yang akan menerima program prioritas Presiden terkait perbaikan infrastruktur pendidikan.

Ia menegaskan bahwa keberadaan sarana dan prasarana yang memadai menjadi faktor penting dalam mewujudkan mutu pendidikan yang lebih baik.

“Saya berkunjung langsung ke sekolah untuk mengontrol persiapan untuk sekolah yang akan mendapat revitalisasi karena salah satu persyaratan untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu adalah tersedianya sarana fisik yang bermutu, dan berkualitas. Oleh karena itulah saya memastikan agar revitalisasi itu betul-betul tepat sasaran dan juga dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil peninjauan, kondisi kerusakan fasilitas di sejumlah sekolah relatif merata karena sudah lama tidak tersentuh perbaikan.

“Tadi saya melihat memang pada umumnya kerusakan itu relatif merata ya, karena sudah lama tidak tersentuh perbaikan. Tapi kita lakukan perbaikan secara bertahap dan dengan skala prioritas. Jadi target sekitar November harus sudah selesai,” jelasnya.

Program Revitalisasi Satuan Pendidikan sangat penting karena berdampak signifikan dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana yang sudah mengalami penurunan fungsi dan kelayakan.

Rehabilitasi juga dapat menjamin keamanan dan kenyamanan peserta didik dan tenaga pendidik, mendukung pembelajaran menjadi lebih efektif dan inovatif, serta sekolah dapat memenuhi standar pelayanan minimal pendidikan. Demikian ujar Kepala SMP Negeri 14 Manado, Fransien.

Fransien menjelaskan bahwa sekolahnya telah mengusulkan sejumlah program revitalisasi guna meningkatkan kualitas sarana dan prasarana, meliputi pembangunan dua ruang kelas baru beserta mebel, rehabilitasi perpustakaan, perbaikan toilet dan sanitasi, serta pengadaan perlengkapan dan peralatan praktikum IPA.

“Kondisi sekolah saat ini masih memiliki keterbatasan yang berdampak pada proses pembelajaran, antara lain ruang kelas yang belum mencukupi, fasilitas perpustakaan yang belum optimal, sanitasi yang belum memenuhi standar, hingga keterbatasan alat praktikum IPA sehingga pembelajaran belum sepenuhnya berbasis praktik,” ucapnya.

Ia berharap, melalui program revitalisasi, sekolah dapat menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan mendukung pembelajaran yang efektif serta pengembangan potensi murid secara menyeluruh.

“Kami berharap program revitalisasi ini dapat menghadirkan sarana dan prasarana yang layak, aman, dan nyaman untuk mendukung pembelajaran yang lebih efektif, pengembangan potensi siswa, serta terciptanya lingkungan sekolah yang sehat dan ramah anak. Kami juga berharap dukungan penuh agar program ini dapat terealisasi dengan baik,” ujar Fransien.

Pada kesempatan yang sama, Kepala SMA Kristen St. Thomas Aquino Manado, Yosephien, turut menyampaikan keterbatasan sarana yang membuat pembelajaran praktik belum berjalan optimal.

Hal ini mengakibatkan murid lebih banyak belajar secara teori. Di sisi lain, kondisi bangunan seperti plafon yang rusak dan atap yang bocor juga kerap mengganggu proses belajar mengajar.

Dengan adanya usulan revitalisasi, pihak sekolah optimistis dapat meningkatkan jumlah murid sekaligus mengembangkan berbagai kegiatan, termasuk ekstrakurikuler, sehingga akan sangat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran, terutama melalui perbaikan laboratorium dan ruang kelas yang lebih layak.

“Kami mengajukan rehabilitasi perpustakaan, ruang kelas, dan laboratorium Fisika, termasuk penggantian meja dan kursi yang sudah tidak sesuai dengan kebutuhan siswa dan mengganggu kesehatan. Setelah revitalisasi, kedepan nya sekolah akan terus mendorong penguatan kegiatan siswa seiring peningkatan fasilitas,” ujarnya.

Revitalisasi Satuan Pendidikan menurut Guru Bahasa Inggris sekaligus pengelola perpustakaan SMP Negeri 14 Manado, Tuty, dapat mendukung budaya literasi siswa. Fasilitas perpustakaan saat ini sudah banyak yang rusak dan belum memadai untuk menunjang aktivitas membaca.

“Ruang perpustakaan kami sudah banyak yang rusak, sehingga saat hujan, air bisa masuk dan berpotensi merusak bahan bacaan. Kami juga masih kekurangan rak buku dan fasilitas pendukung, sehingga penataan dan kenyamanan membaca belum optimal. Harapannya melalui revitalisasi, ada perbaikan gedung serta penambahan meja kursi baca, rak buku, dan fasilitas lain seperti komputer agar aktivitas belajar siswa dapat berjalan lebih baik,” tuturnya.

Tak ketinggalan, murid SMP Negeri 14 Manado, Gisel, menyampaikan harapannya agar revitalisasi dapat menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman dan kondusif. “Harapannya, setelah sekolah direnovasi dan diperbaiki kami bisa jadi lebih nyaman belajar,” ungkapnya.