• Oase

Mengapa Ibadah Haji Dilaksanakan pada Bulan Dzulhijjah?

M. Habib Saifullah | Rabu, 29/04/2026 06:01 WIB
Mengapa Ibadah Haji Dilaksanakan pada Bulan Dzulhijjah? Ibadah haji tahunan di Mekkah, Arab Saudi (Foto: REUTERS)

JAKARTA - Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang memiliki keunikan tersendiri dibandingkan ibadah lainnya.

Jika salat bisa dilakukan setiap waktu dan zakat bisa ditunaikan kapan saja saat mencapai nisab, haji memiliki keterikatan waktu yang sangat ketat.

Muncul pertanyaan di kalangan masyarakat awam: mengapa haji tidak bisa dilakukan di luar bulan Dzulhijjah agar antrean tidak terlalu panjang?

Alasan utama mengapa haji dilakukan di bulan Dzulhijjah adalah karena perintah langsung dari Allah SWT. Dalam Al-Qur`an Surat Al-Baqarah ayat 197, Allah SWT berfirman:

الـحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ ۚ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْـحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْـحَجِّ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ ۗ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ ۚ وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ

“Musim haji itu pada bulan-bulan yang telah dimaklumi. Barangsiapa mengerjakan haji dalam bulan-bulan itu, maka janganlah dia berkata jorok, berbuat maksiat dan bertengkar di tengah melakukan haji. Segala yang baik yang kalian kerjakan, Allah mengetahuinya. Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat.” (QS. Al-Baqarah [2]: 197)

Selain itu, dalam praktiknya, meskipun musim haji disebutkan mencakup tiga bulan, puncak pelaksanaan rukun-rukun haji—wukuf di ‘Arafah, tawaf, sa’i, dan mencukur rambut—seluruhnya dilakukan pada bulan Dzulhijjah.

Ketentuan ini merujuk pada peristiwa haji Wada’ yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW. Sebagaimana sabda beliau:

“Ambillah dariku (tatacara) manasik hajimu.” (HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa regulasi waktu pelaksanaan haji bersifat tauqifi (tidak bisa ditawar), mengikuti persis apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW pada haji Wada’.

Sementara dari sisi historis, bulan Dzulhijjah dipilih bukan tanpa alasan historis. Seluruh ritual haji merupakan napak tilas dari perjuangan Nabi Ibrahim AS, Siti Hajar, dan Nabi Ismail AS.

Peristiwa-peristiwa besar, seperti perintah penyembelihan Ismail (Idul Adha), pertemuan kembali Ibrahim dan keluarganya di Arafah, hingga peristiwa melempar jumrah untuk mengusir setan, semuanya terjadi pada bulan Dzulhijjah.

Melakukan haji di luar bulan tersebut akan menghilangkan makna historis dan esensi dari napak tilas perjuangan tauhid tersebut.