• News

Kemendikdasmen Rilis Buku Saku 7 KAIH dan Lagu KICAU untuk PAUD

Vaza Diva | Rabu, 29/04/2026 07:07 WIB
Kemendikdasmen Rilis Buku Saku 7 KAIH dan Lagu KICAU untuk PAUD

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Guru dan Tenaga Pendidikan (Ditjen GTK) resmi meluncurkan Buku Saku `7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat` (7 KAIH) dan album lagu pembelajaran Lagu Karya Cipta Lagu Pembelajaran Anak Usia Dini (KICAU) di Jakarta pada Selasa (28/4).

Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat pembentukan karakter anak sejak usia dini sekaligus mendukung Gerakan Numerasi Nasional (GNN).

Melalui pendekatan yang menyenangkan dan kontekstual, program ini diharapkan dapat mengintegrasikan nilai-nilai dasar ke dalam aktivitas harian di lingkungan PAUD dan Pendidikan Nonformal.

Penasihat Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemendikdasmen, Masmidah Abdul Mu`ti, menekankan bahwa buku saku tersebut berfungsi sebagai panduan praktis bagi guru untuk menerapkan kebiasaan positif secara nyata.

Sementara itu, album lagu KICAU hadir sebagai media edukasi kreatif yang menggabungkan unsur numerasi dengan pesan moral yang mudah dipahami.

Sinergi antara panduan aplikatif dan media lagu ini diharapkan mampu menciptakan pola pembiasaan berkelanjutan yang menginspirasi anak-anak Indonesia.

“Jika seluruh elemen pendidikan berkomitmen dan melaksanakan program ini dengan penuh kesadaran dan keikhlasan, maka kita akan melihat dampak besar dalam pembentukan karakter anak-anak Indonesia,” kata Penasihat DWP Kemendikdasmen.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter dan kebiasaan anak di masa depan.

Ia menilai, guru PAUD dan pendidik PNF memiliki peran strategis untuk mengajarkan nilai positif dan menjadi teladan dalam menerapkan kebiasaan baik kepada anak-anak sejak dini.

“Sejalan dengan visi Kemendikdasmen untuk menghadirkan Pendidikan Bermutu untuk Semua, Ditjen GTK terus menghadirkan berbagai upaya penguatan kompetensi guru dan pendidik agar mampu menciptakan pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, dan berorientasi pada pembentukan karakter anak,” ucap Dirjen Nunuk.

Salah satu bentuk penguatan materi pembelajaran adalah melalui Buku Saku 7 KAIH. Buku ini terbagi ke dalam dua seri yaitu untuk Guru PAUD dan Pendidik PNF.

Buku ini memuat panduan praktis untuk menanamkan tujuh kebiasaan utama, yakni bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat.

Tujuh kebiasaan ini dirancang untuk membentuk karakter anak yang disiplin, mandiri, sehat, dan berdaya saing.

Selain itu, Kemendikdasmen juga memperkenalkan Album Lagu KICAU yang berisi 40 lagu anak hasil karya guru-guru terpilih dari seluruh Indonesia.

Lagu-lagu ini dirancang sesuai dengan tahap perkembangan anak dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan di kelas.

Melalui Buku Saku 7 KAIH dan Lagu KICAU, Kemendikdasmen berupaya menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kebiasaan baik anak sejak dini.

“Kami berharap Buku Saku 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan Lagu KICAU dapat menjadi teman belajar dan teman mengajar bagi Guru PAUD dan Pendidik PNF di seluruh Indonesia,” ujar Dirjen Nunuk.

Sementara itu, Guru TK Negeri Pembina, Khairun Nisa, menyampaikan apresiasinya terhadap peluncuran Buku Saku 7 KAIH dan Lagu KICAU.

Menurutnya, kehadiran Buku Saku ini akan memberikan panduan yang lebih sistematis bagi guru dan orang tua dalam menanamkan kebiasaan baik secara konsisten. Lagu KICAU, menurutnya, sederhana namun sarat makna dan mudah diterima oleh anak-anak.

“Selama ini kami bekerja sama dengan orang tua dalam mengimplementasikan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, dan memantau pelaksanaannya melalui jurnal harian. Lagu KICAU juga telah kami manfaatkan dalam pembelajaran, sehingga anak-anak semakin familiar dan antusias menerapkan kebiasaan baik,” ujarnya.

“Harapannya program ini dapat diimplementasikan secara luas oleh anak Indonesia, dan tentu saja dengan dukungan dari sekolah dan keluarga,” lanjut Khairun Nisa.