• News

Pengamat SDI Apresiasi Dasco Berhasil Jembatani Komunikasi BNI dengan Gereja Aek Nabara

Aliyudin Sofyan | Rabu, 22/04/2026 17:05 WIB
Pengamat SDI Apresiasi Dasco Berhasil Jembatani Komunikasi BNI dengan Gereja Aek Nabara Pengamat Komunikasi Politik Swarna Dwipa Institute (SDI) Frans Immanuel Saragih. Foto: dok. katakini

JAKARTA - Pengamat Komunikasi Politik Swarna Dwipa Institute (SDI) Frans Immanuel Saragih memberikan apresiasi kepada pemerintah melalui Wakil Ketua DPR RI Prof. Sufmi Dasco yang berhasil menjembatani pihak Bank Negara Indonesia (BNI) dengan Gereja Katolik Aek Nabara.

Beberapa Minggu terakhir ini masyarakat dihebohkan oleh kasus penggelapan dana umat Gereja Katolik Aek Nabara sebesar Rp28 Miliar oleh oknum mantan Kepala Kas BNI Andi Hakim Febriansyah.

Suster Natalia dari Paroki Aek Nabara dalam beberapa keterangan di televisi, podcast, dan  media cetak menceritakan kronologi peristiwa penggelapan tersebut, dan mendapatkan hembusan angin segar di dengar oleh pemerintah pusat.

Melalui Wakil Ketua DPR RI Prof. Sufmi Dasco akhirnya pihak gereja dipertemukan dengan Direksi BNI hingga akhirnya dana umat Katolik Aek dijanjikan akan dikembalikan.

“Kita bisa bisa melihat bagaimana pemerintah hadir menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat,” tutur Frans, Rabu (22/4/2026).

Frans tidak memungkiri peran Dasco yang kembali menjadi aktor penting dalam menjalankan komunikasi politik Presiden Prabowo dalam berbagai permasalahan yang ada di masyarakat.

Meskipun demikian, ujar Franns, tetap harus ada upaya menyadarkan masyarakat mengenai produk perbankan yang ada di Indonesia, agar masyarakat mengetahui secara jelas dan rinci, serta prinsip kehati hatian dalam berinvestasi.

“Jangan terpengaruh begitu mudah untuk menanamkan uang, apalagi uang tersebut dana umat. Harus di cek minimal sampai ke Kantor Utama Tingkat Provinsi terkait program investasi tersebut. apalagi menyangkut dengan jumlah uang miliaran rupiah,” tutur Frans.

“Dan saya juga mengapresiasi langkah kantor pusat BNI dalam menanggapi dan menyelesaikan kasus ini. Sebagai bank milik negara tetap berusaha menjaga citra positif di tengah masyarakat, tinggal kita masyarakat harus mengawal agar dana pengembalian tersebut benar benar dilaksanakan,” tutup Frans.