• Info MPR

Ahmad Muzani: Filosofi Desain Gedung MPR di IKN Menggambarkan Keindonesiaan

Agus Mughni Muttaqin | Selasa, 21/04/2026 08:28 WIB
Ahmad Muzani: Filosofi Desain Gedung MPR di IKN Menggambarkan Keindonesiaan Ketua MPR RI Ahmad Muzani saat melakukan kunjungan kerja bersama jajaran pimpinan MPR ke lokasi pembangunan kawasan MPR RI di IKN, Kalimantan Timur, Senin (Foto: Humas MPR)

KALIMANTAN - Ketua MPR RI Ahmad Muzani menilai desain Gedung MPR di Ibu Kota Nusantara (IKN) mencerminkan filosofi keindonesiaan yang kokoh dan utuh.

Pernyataan tersebut disampaikan Ahmad Muzani saat melakukan kunjungan kerja bersama jajaran pimpinan MPR ke lokasi pembangunan kawasan MPR RI di IKN, Kalimantan Timur, Senin (20/4/2026).

Hadir mendampingi Ketua MPR, para Wakil Ketua MPR yakni, Bambang Wuryanto, Rusdi Kirana, Hidayat Nur Wahid dan Eddy Soeparno.

Di lokasi pembangunan, rombongan pimpinan MPR mendapatkan penjelasan rinci mengenai desain gedung dari pihak Otorita IKN. Ahmad Muzani menilai, kondisi geografis dan kontur kawasan yang berbukit memberikan nilai tambah bagi kemegahan bangunan MPR ke depan.

“Geografis dan kontur lokasinya sangat bagus, diselingi bukit-bukit yang indah, sehingga nantinya gedung MPR akan terlihat megah dan menggambarkan keindonesiaan yang kokoh dan utuh,” ujar Muzani.

Ia menambahkan, keberadaan gedung tersebut diharapkan dapat memberikan kenyamanan sekaligus semangat baru bagi anggota DPR dan DPD yang juga merupakan anggota MPR dalam menjalankan tugas kenegaraan.

Sementara itu, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menjelaskan bahwa desain gedung MPR memiliki filosofi yang kuat sebagaimana arahan Presiden, yakni mencerminkan ketegasan, kelurusan, dan kewibawaan dalam mengelola negara.

“Filosofi desain bangunan MPR adalah bahwa dalam mengurus negara harus tegas, lurus, dan berwibawa. Dari gedung inilah akan dihasilkan keputusan-keputusan besar negara,” kata Basuki.

Menanggapi hal tersebut, Muzani menilai filosofi tersebut sejalan dengan nilai-nilai keindonesiaan. “Saya kira itu menggambarkan tentang Indonesia,” ujarnya.

Ketua MPR  juga mengapresiasi percepatan pembangunan infrastruktur di kawasan IKN. Ia mengaku terkesan dengan perkembangan signifikan yang terjadi dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

“Kami melihat percepatan pembangunan yang luar biasa. Dulu masih banyak yang direncanakan, sekarang sudah berdiri, seperti bandara, Istana Wakil Presiden, hingga masjid yang sudah bisa dinikmati masyarakat,” tuturnya.

Ia pun optimistis pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif dapat rampung dalam beberapa tahun ke depan.

“Mungkin pada 2028 kita akan menyaksikan gedung legislatif dan yudikatif dengan kemegahan yang sama. Kita tunggu dua tahun ke depan,” kata Muzani.

Menurutnya, desain gedung MPR yang telah disetujui Presiden dan diajukan oleh Otorita IKN merupakan representasi arsitektur ketatanegaraan Indonesia yang megah dan berkarakter.

Di sesi akhir kegiatan, Ketua MPR Ahmad Muzani berkesempatan menorehkan testimoni di selembar spanduk tentang proses pembangunan bangunan gedung dan kawasan lembaga MPR.

Turut hadir dalam kegiatan Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung, Ketua Fraksi PKB MPR Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, Ketua Fraksi Nasdem MPR Robert Rouw, Ketua Kelompok DPD RI MPR Dedi Iskandar Batubara, Pimpinan Fraksi PDIP MPR Sadarestuwati, Pimpinan Fraksi PAN MPR Muhammad Hoerudin Amin, Ketua Badan Sosialisasi MPR Abraham Liyanto.

Turut hadir juga dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR Ajbar, Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR Hindun Anisah, para anggota MPR RI Danang Wicaksana dan Kamrussamad, Wakil Ketua Komisi Kajian Ketatanegaraan (K3) Martin Hutabarat, anggota K3 Najib Aska, Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Timur Seno Haji, Kepala Otoritas Ibu Kota Negara Basuki Hadimuljono serta seluruh jajaran otoritas IKN.

Dari Sekretariat Jenderal MPR terlihat hadir, Plt. Sekretaris Jenderal MPR Siti Fauziah, para pejabat eselon antara lain, Deputi Bidang Administrasi Heri Herawan, Inspektur Anies Mayangsari Muninggar, Kepala Biro Sekretariat Pimpinan Agus Soebagyo, Kepala Biro Persidangan dan Pemasyarakatan Konstitusi Wachid Nugroho, Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Triyatni serta beberapa pejabat eselon III dan IV serta staf sebagai dukungan teknis.