Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono (Foto: RRI)
JAKARTA - Komisi XI DPR RI menyetujui Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono (Tommy) menjadi Deputi Bank Indonesia (BI). Tommy disepakati menggantikan Juda Agung yang sebelumnya mengundurkan diri.
"Telah dilakukan kesepakatan melalui proses musyawarah mufakat dan kemudian dimasukkan ke rapat internal di komisi XI bahwa diputuskan yang menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia pengganti bapak Juda Agung yang mengundurkan diri adalah Bapak Thomas Djiwandono," kata Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun, Jakarta, Senin (26/1).
Tommy terpilih usai menjalani proses uji kelayakan di Komisi XI DPR. Keputusan itu akan disahkan besok.
"Dan hari ini diputuskan bersama menjadi keputusan bersama Komisi XI di rapat internal dan nanti akan dibawa ke Paripurna DPR RI untuk disahkan besok," ujarnya.
Sementara itu, Tommy menyatakan telah keluar dari Partai Gerindra. Dia bahkan menunjukkan bukti kuat kalau dirinya bukan lagi pengurus partai politik (parpol).
Dalam paparannya di rapat juga, keponakan Prabowo ini mengatakan Indonesia memiliki potensi besar menjadi negara maju pada 2045, dengan memperhatikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
"Caranya adalah dengan mesin pertumbuhan bergerak semua bersama, dalam hal ini fiskal, moneter, sektor keuangan, dan iklim investasi bergerak secara bersama-sama dan akhirnya membantu semua sektor lain, yaitu sektor yang bernilai tambah, yang mempunyai multiplier yang tinggi, pun juga sektor yang resiliensi dan padat karya untuk tumbuh selaras dan dengan itu pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif bisa tercapai," kata Tommy.
Tommy menilai ada tiga pilar utama untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara maju. Di antaranya ialah pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, dan stabilitas nasional.
"Ada tiga hal yang saya anggap penting untuk mewujudkan negara maju yaitu pertumbuhan ekonomi tentunya, tapi juga harus ditopang oleh pemerataan oleh pembangunan tersebut dan stabilitas nasional," tandasnya.