Ilustrasi - obat Paracetamol (Foto: DailyStar)
JAKARTA - Paracetamol sudah lama dikenal sebagai obat pereda nyeri yang mudah ditemukan dan sering digunakan untuk meredakan demam serta gejala flu.
Namun, tidak semua orang cocok mengonsumsinya. Dikutip dari Daily Star pada Senin (20/10), lembaga kesehatan Inggris, NHS (National Health Service), memperingatkan bahwa ada lima kelompok orang yang sebaiknya berhati-hati atau bahkan menghindari penggunaan paracetamol.
Kelompok pertama adalah orang yang sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, karena beberapa jenis obat dapat bereaksi dengan paracetamol dan menimbulkan efek samping berbahaya. Kedua, mereka yang pernah mengalami reaksi alergi terhadap paracetamol atau obat lain, sebaiknya tidak menggunakannya tanpa pengawasan medis.
Selain itu, penderita gangguan hati atau ginjal juga termasuk dalam kelompok yang perlu diwaspadai, mengingat paracetamol diproses oleh organ-organ tersebut. Orang yang sering mengonsumsi alkohol lebih dari batas yang direkomendasikan juga sebaiknya menghindari obat ini karena dapat meningkatkan risiko kerusakan hati. Terakhir, orang dengan berat badan di bawah 50 kilogram perlu menyesuaikan dosis karena tubuh mereka lebih rentan terhadap efek obat.
“Kebanyakan orang berusia 16 tahun ke atas boleh mengonsumsi parasetamol. Anda juga boleh mengonsumsinya jika sedang hamil atau menyusui,” demikian laporan resmi NHS.
“Parasetamol dapat bekerja hingga satu jam. Efeknya akan bertahan sekitar lima jam,” lanjut pernyataan tersebut.
Meski umumnya aman, paracetamol tetap perlu digunakan dengan bijak. NHS menjelaskan bahwa obat ini dapat dikombinasikan dengan sebagian besar antibiotik dan obat resep lain, namun ada pengecualian tertentu.
Jika sedang mengonsumsi warfarin untuk mencegah pembekuan darah atau obat-obatan epilepsi dan tuberkulosis, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum meminumnya.
“Parasetamol aman dikonsumsi bersamaan dengan obat pereda nyeri jenis lain yang tidak mengandung parasetamol, seperti ibuprofen, aspirin, atau kodein,” tulis NHS.
“Jangan mengonsumsi parasetamol bersamaan dengan obat lain yang mengandung parasetamol. Jika Anda mengonsumsi dua obat berbeda yang mengandung parasetamol, terdapat risiko overdosis,” tambahnya.
Adapun dosis standar untuk orang dewasa adalah dua tablet 500 mg setiap empat jam, dengan batas maksimal delapan tablet dalam 24 jam. Melebihi dosis ini bisa menyebabkan kerusakan hati yang serius.
Meski tergolong aman dan umum digunakan, penting bagi masyarakat untuk memahami dosis, kondisi tubuh, serta interaksi obat agar terhindar dari risiko yang tidak diinginkan.