• Info MPR

Bamsoet Raih Penghargaan di Mata Lokal Awards 2024

Agus Mughni Muttaqin | Sabtu, 18/05/2024 08:05 WIB
Bamsoet Raih Penghargaan di Mata Lokal Awards 2024 Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menghadiri Mata Lokal Awards 2024, di Jakarta, Jumat (17/5). (Foto: Humas MPR)

JAKARTA - Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menerima penghargaan Collaborator Network dalam ajang Mata Lokal Awards 2024, rangkaian acara Mata Lokal Fest 2024 yang diselenggarakan Tribun Network (Kompas Group).

Penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap berbagai peran Bamsoet dalam memajukan berbagai produk dalam negeri.

Mewakili panitia Mata Lokal Awards 2024, Bamsoet juga memberikan penghargaan Best Education Outeach kepada Universitas Terbuka, atas perannya dalam mempermudah akses pendidikan tinggi bagi berbagai kalangan.

"Mata Lokal Fest dan Mata Lokal Awards memiliki spirit besar untuk menjadikan produk lokal karya anak bangsa bisa menjadi tuan di rumahnya sendiri. Tanpa kita sadari, kita memiliki beragam kekayaan produk lokal," ujarnya usai menghadiri Mata Lokal Awards 2024, Jakarta, Jumat (17/5).

"Dalam dunia otomotif, misalnya, kita memiliki knalpot berkualitas internasional asal Purbalingga. Kita juga mampu memproduksi mobil klasik dunia bernilai tinggi dari nol sebagaimana dilakukan Tuksedo Studio Bali," ujar Bamsoet.

Bamsoet menjelaskan, program makan siang gratis yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Terpilih Prabowo Subianto, selain untuk mengatasi tiga masalah utama di Indonesia.

Tiga masalah yang dimaksud yakni kesehatan, ketidaksetaraan sosial, dan ekonomi, juga bisa memberikan dampak bagi peningkatan ekonomi lokal. Khususnya yang bergerak di industri makanan, peternakan, dan pertanian.

"Pelaku usaha lokal setempat harus menjadi penerima manfaat pertama dalam pelaksanaan makan siang gratis, dari mulai produksi, distribusi, hingga konsumsi."

"Sehingga program makan siang gratis diharapkan tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan gizi para penerima manfaat, tetapi juga dapat menggerakkan ekonomi rakyat melalui UMKM dan mampu memberdayakan masyarakat setempat," ujar Bamsoet.

Ia menerangkan, keberpihakan terhadap eksistensi UMKM dengan berbagai produk lokal merupakan sebuah keniscayaan. Sebagai `jantung` perekonomian nasional, kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional sangat vital.

Pada tahun 2023 pelaku usaha UMKM mencapai sekitar 66 juta. Kontribusi UMKM mencapai 61 persen dari pendapatan domestik bruto (PDB) Indonesia, setara Rp 9.580 triliun.

"Dukungan terhadap UMKM juga tidak lepas karena keberadaan UMKM sebagai bangun perekonomian nasional yang selaras dengan amanat Konstitusi pasal 33 ayat 4, dimana salah satu aspek fundamental yang mendasari penyelenggaraan perekonomian nasional adalah prinsip kemandirian," ujar Bamsoet.

FOLLOW US