• Info MPR

Bamsoet: Akbar Tandjung Mentor dan Guru Politik Terbaik

Agus Mughni Muttaqin | Minggu, 19/05/2024 19:45 WIB

Bamsoet: Akbar Tandjung Mentor dan Guru Politik Terbaik Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menghadiri acara Tribute to Akbar Tandjung, di Gedung Parlemen, Minggu (19/5/24). (Foto: Humas MPR)

JAKARTA - Ketua MPR Bambang Soesatyo bersama Forum Aktivis Nasional pimpinan Ketua Bursah Zarnubi serta tokoh politik dan aktivis nasional Maruarar Sirait, menyelenggarakan acara "Tribute to Akbar Tandjung" Maestro Aktivis Indonesia.

Acara ini sebagai wujud apresiasi atas kiprah dan peran Akbar Tandjung, khususnya dalam pembinaan, pengembangan, dan kaderisasi aktivis nasional.

"Bang Akbar adalah mentor dan guru politik terbaik, yang tidak segan memberikan masukan, nasehat, dan wejangan bagi para juniornya. Termasuk memberikan uang jajan bagi para aktivis," ujar Bamsoet di acara Tribute to Akbar Tandjung, di Gedung Parlemen, Minggu (19/5/24).

Bamsoet melanjutkan, "tidak hanya memiliki kontribusi besar bagi Partai Golkar, dimana kami berdua sama-sama bernaung, melainkan juga bagi kehidupan politik di tanah air."

"Saya mengenal Bang Akbar sebagai sosok yang komplit dan paripurna, baik sebagai aktivis, sebagai politisi, sebagai tokoh pemerintahan, maupun sebagai pribadi," ujarnya.

Bamsoet menjelaskan, sebagai aktivis, pengalaman berorganisasi di kampus dan di luar kampus, telah menempa karakter Akbar Tandjung sebagai sosok yang egaliter dan memiliki jiwa kepemimpinan.

Mulai dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI), Laskar Ampera Arief Rahman Hakim, Organisasi Kemahasiswaan (Senat Mahasiswa, Dewan Mahasiswa, dan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Kemudian Kelompok Cipayung, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), hingga Angkatan Muda Pembaruan Indonesia (AMPI).  

"Sebagai politisi, Bang Akbar merupakan tokoh yang ulet dan tangguh, yang disegani dan dihormati oleh sesama politisi. Lika-liku perjalanan dan karir politik dengan segala dinamikanya, telah beliau lalui dengan sangat baik."

"Dari fungsionaris hingga menjadi ketua umum Partai Golkar, dan dari anggota parlemen hingga kemudian menjabat sebagai Ketua DPR RI," ujar Bamsoet.

Ia menerangkan, sejarah mencatat, bahwa Partai Golkar dapat tetap eksis hingga hari ini, tidak terlepas dari kepiawaian Akbar Tandjung sebagai seorang politisi.

Ketika Partai Golkar dihadapkan masa-masa sulit dan moment-moment krusial pada era reformasi, Akbar Tandjung menjadi sosok sentral yang mampu “menyelamatkan” dan membangun kembali marwah Partai Golkar.

"Ketika menjabat sebagai Ketua DPR, ketokohan Bang Akbar juga dikenal luas secara global ketika menjabat sebagai Presiden Organisasi Parlemen Negara-negara ASEAN (AIPO, Asean Inter Parliamentary Organization), dan Presiden Persatuan Parlemen Negara-negara OKI (PUOICM, Parliamentary Union of OIC Members)," ujarnya.

Bamsoet menambahkan, sebagai tokoh pemerintahan, Akbar Tandjung juga memiliki pengalaman memangku berbagai jabatan strategis.

Akbar Tandjung pernah memimpin beberapa kementerian, antara lain sebagai Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, Menteri Negara Perumahan Rakyat, Menteri Negara Perumahan dan Pemukiman, dan Menteri Sekretaris Negara.

"Sebagai pribadi, kami para sahabat dan kolega mengenal Bang Akbar sebagai sosok yang inklusif, terbuka dan mudah bergaul, sehingga dapat diterima oleh semua kalangan, baik kawan maupun lawan. Beliau juga berpandangan luas, berfikiran positif dan tenang dalam menyikapi berbagai persoalan," ujar Bamsoet.