Dalam ajaran Islam, surga dan neraka bukan sekadar simbol atau kisah pengantar, melainkan hakikat nyata yang menjadi bagian dari rukun iman.
Akhirat adalah fase pembalasan mutlak di mana seluruh tirai hakikat akan dibuka selebar-lebarnya.
Dalam teologi Islam, perjalanan manusia di akhirat tidak selamanya langsung berujung pada surga atau neraka.