SAF nasional dengan campuran 3% ini menjadi tonggak penting bagi industri penerbangan Indonesia dalam mewujudkan transisi energi bersih dan pengurangan emisi karbon.
Para pejabat Jerman belum lama ini mengumumkan beroperasinya pabrik komersial pertama di dunia yang memproduksi bahan bakar sintetis untuk pesawat.