Pendiri Telegram yang Kontroversial akan Mewariskan Kekayaan Rp272 Triliun untuk 106 Anaknya
Usai CEO Ditangkap, Terungkap Data Pelanggan Star Health India Bisa Diakses Lewat Chatbot Telegram
Khawatirkan Mata-mata Rusia, Ukraina Resmi Melarang Penggunaan Aplikasi Telegram
Anggap Terlalu Bebas, Rusia Sebut CEO Telegram adalah Korban Independensinya Sendiri
Penangkapan CEO Telegram adalah Peringatan Samar bagi Big Tech
Anggap Tidak Masuk Akal, Pengacara Bos Telegram Tolak Penyelidikan terhadap Durov
CEO-nya Ditangkap, Telegram Mengaku Memoderasi Sesuai Standar Industri dan Patuhi Hukum Uni Eropa
Tertangkap di Paris, Mantan Presiden Rusia Sebut CEO Telegram Salah Perhitungan saat Kabur
Mengenal Pavel Durov, CEO Aplikasi Perpesanan Telegram
Dianggap Memungkinkan Aktivitas Berlanjut tanpa Hambatan di Aplikasinya, CEO Telegram Ditangkap
Menkominfo mengancam akan menutup Telegram jika tidak kooperatif untuk memberantas judi online
Terbitkan Telegram, Polri Pastiikan Netral Pada Pemilu 2024
Polri Terbitkan Telegram Penanganan Kasus Gagal Ginjal Akut
Jerman Denda Telegram $ 5 Juta Karena Gagal Mematuhi Hukum
Telegram telah terbukti populer di kalangan kelompok sayap kanan di seluruh dunia.
Mayoritas pengguna mengeluhkan aplikasi Telegram di ponsel mereka terus melakukan updating
Facebook menyalahkan pemadamannya, yang membuat 3,5 miliar penggunanya tidak dapat mengakses layanan seperti WhatsApp, Instagram, dan Messenger, karena perubahan konfigurasi yang salah.
Pusat Statistik Iran (SCI) menunjukkan bahwa 45 juta orang Iran menggunakan aplikasi Telegram meskipun diblokir oleh pemerintah.
Sebelumnya, pengadilan Rusia juga menghukum Google karena menolak untuk menghapus informasi terlarang.
Menurut pendirinya, aplikasi olahpesan itu mencatat 25 juta pengguna baru dalam 72 jam terakhir