Penumpukan sampah rumah tangga menjadi salah satu penyokong gas karbon dioksida (CO2) dan gas methan yang menyebabkan pemanasan global
Mengurangi sampah dan emisi gas rumah kaca tidak selalu memerlukan perubahan besar
PBB Ungkap Komitmen Negara-negara untuk Pangkas Gas Rumah Kaca Masih Jauh dari Target 2030
Sektor Bangunan Gedung Ditarget Turunkan Emisi 1,91 Juta Ton
Perdagangan Karbon Pembangkit Listrik Mampu Turunkan Emisi GRK 100 Juta Ton
Gas Rumah Kaca di Atmosfer Capai Rekor Tertinggi pada Tahun 2022
Ini Ancaman Serius, Emisi Gas Rumah Kaca Bisa Memicu Krisis Air
Emisi Gas Rumah Kaca Capai Rekor Tertinggi di Tengah Percepatan Pemanasan Global
Pertanian perkotaan ikut berperan membantu mengurangi emisi gas rumah kaca di AS.
Metana adalah gas rumah kaca utama setelah karbon dioksida. Unsur ini memiliki potensi perangkap panas yang lebih tinggi daripada CO2, tetapi terurai lebih cepat di atmosfer.
India adalah yang terakhir dari pencemar karbon utama dunia yang mengumumkan target nol emisi bersih. China mengatakan akan mencapai tujuan itu pada tahun 2060, dan Amerika Serikat (AS) serta Uni Eropa menargetkan pada tahun 2050.
Rencana tersebut juga menargrtkan pengurangan intensitas karbon dari fasilitas gas alam cairnya sebesar 25 persen pada tahun yang sama.
Menurut WMO, perubahan terjadi akibat emisi gas rumah kaca di masa lalu yang terjadi terus-menerus selama berabad-abad, terutama di lautan dan lapisan es.
Temperatur yang meroket baru-baru ini berdampak parah pada jutaan orang dan membahayakan nyawa,
Mereka menduga Bumi akan terus memanas, bahkan setelah emisi gas rumah kaca yang disebabkan oleh manusia dihilangkan