BPBD DKI Jakarta mencatat bahwa hingga Senin (9/3/2026) pukul 06.00 WIB banjir masih merendam sebanyak 16 rukun tetangga (RT) dan dua ruas jalan.
Di Jakarta Selatan dan Timur, terutama di bantaran Sungai Ciliwung, ketinggian banjir mencapai 3,5 meter
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat 20 RT dan lima ruas jalan terendam banjir
Kepolisian menerapkan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan sebagian lajur ke arah berlawanan atau contra flow di Jalan DI Panjaitan
BPBD DKI Jakarta mencatat 19 RT serta satu ruas jalan di Jakarta masih tergenang banjir pada Minggu pagi
Berdasarkan data BPBD DKI Jakarta, masih ada 125 Rukun Tetangga (RT) dan 14 ruas jalan yang terendam banjir pada pagi ini
Hujan yang melanda Jakarta sejak dini hari mengakibatkan beberapa wilayah di Jakarta Selatan dan Jakarta Utara terendam banjir
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta kepada Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta untuk memprioritaskan penanganan pengerukan kali di pinggir kota
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Wakil Ketua FPKB, Ahmad Moetaba meninjau lokasi banjir di beberapa titik di wilayah Jakarta
Menurut Moetaba, banjir yang melanda warga Jakarta harus menjadi perhatian serius bagi Gubernur DKI Jakarta yang baru yaitu Pramono Anung
Pos Sunter Hulu Siaga 3 (Waspada) pada Sabtu (6/1/2024) pukul 18.00 WIB serta menyebabkan genangan di wilayah DKI Jakarta
Sejauh ini secara umum (target) itu bisa dipenuhi sebelum enam jam.
Jumlah pengungsi 56 KK dan 182 Jiwa.
Update dampak banjir hingga 5 Oktober 2020 pagi adalah 154 jiwa mengungsi, 92 RT dan 6 ruas jalan tergenang,
Sebanyak 56 RT dan 10 ruas jalan masih tergenang air
Seluruh titik banjir menerima luapan air dari Sungai Ciliwung.
Penyedotan air tanah secara berlebihan menjadi salah satu pemicu banjir di Jakarta.
Uunderpass kembali digenang banjir pada Selasa dini hari setelah hujan deras tidak kunjung berhenti.