Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni diprediksi akan menjadi salah satu pelabuhan penyeberangan tujuan terpadat secara nasional
Total kendaraan tercatat 35.965 unit telah menyeberang Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Panjang, BBJ Muara Pilu, dan Wika Beton
Arus balik terus mengalami peningkatan sejak H+3 dan diprediksi mencapai puncaknya pada Sabtu (5/4) malam atau H+4
Dari jumlah 15.778 pemudik yang telah kembali ke Pulau Jawa ini, terbagi dari 2.085 pemudik pejalan kaki dan 11.693 penumpang dalam kendaraan
Namun, pada hari H tercatat 44.800 orang atau naik 10 persen dibandingkan realisasi periode yang sama 2023, yaitu sebanyak 40.888 orang
Total kendaraan sebanyak 10.121 unit atau turun 27% dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 13.891 unit.
Tactical Floor Game adalah metode yang sangat strategis untuk memetakan peran setiap pihak dan mengidentifikasi potensi hambatan.
ASDP telah memberlakukan kebijakan penghapusan masa berlaku tiket untuk 24 jam pertama selama periode 11-21 April 2024
Langkah tersebut, antara lain melonggarkan sementara batas waktu check-in di Pelabuhan Bakauheni, Lampung bagi penumpang dan kendaraan
Berdasarkan data 24 jam dari posko PT ASDP cabang Bakauheni telah menyeberangkan kendaraan pemudik sebanyak 5.615 unit
Pengunjung Siger Park pada moment malam tahun baru mencapai lebih dari 15 ribu orang.
Menyambut malam pergantian tahun 2024, Kawasan BHC juga akan menggelar Pesta Akhir Tahun di Siger Park.
Masjid BSI Bakauheni dapat menjadi icon wisata religi di Sumatera yang wajib dikunjungi bagi para wisatawan, sehingga pariwisata di Lampung akan semakin tumbuh dengan baik.
Layanan kapal ferry di lintas Merak-Bakauheni yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera menjadi barometer layanan penyeberangan di Tanah Air, dimana jumlah load factor penumpang dan angkutan barang sangat tinggi.
Puncak arus balik angkutan dari Bakauheni menuju ke Merak diprediksi akan terjadi pada hari Sabtu dan Minggu ini (7-8 Mei 2022).
Arus mudik di Pelabuhan Bakauheni hingga saat ini tidak terlalu padat, artinya masih landai-landai saja dan di jam-jam tertentu masih terpantau normal.
"Kita lihat dahulu jumlah permintaan akan kapal, kalau tinggi akan ditambah ini dilakukan untuk mengurangi lonjakan penumpang di pelabuhan," ucapnya.
"Kami mudik ke kampung halaman cukup sederhana akibat dampak pandemi Covid-19,sehingga usahanya di Tangerang mengalami penurunan omzet," kata Mulyadi saat ditemui di Pelabuhan Merak
Pelabuhan Bakauheni juga sudah tersedia layanan pengecekan dengan GeNose.