Penanganan karhutla harus dilakukan secara serius hingga api benar-benar padam dan tidak lagi menimbulkan kepulan asap yang membahayakan makhluk hidup.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tujuh provinsi mulai meningkatkan risiko kesehatan masyarakat
Yang pertama untuk karhutla, banyak partikel-partikel, istilahnya PM2.5. Itu banyak bertebaran di udara dan itu sangat mengganggu paru-paru kita, pernapasan kita, banyak penyakit pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA
Studi terbaru menunjukkan risiko paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), selain berdampak langsung pada pernapasan, bisa meluas hingga masa kehamilan