Varian JN.1 Menyumbang 39-50 Persen Kasus COVID di Amerika

Yati Maulana | Sabtu, 23/12/2023 17:05 WIB


Varian JN.1 Menyumbang 39-50 Persen Kasus COVID di Amerika David Rooney, seorang siswa di Sekolah Menengah Pertama Clarkston Michigan, menjalani pemeriksaan suhu, di Sterling, VA, AS, 18 Juni 2021. Foto: Reuters

WASHINGTON - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat pada hari Jumat mengatakan bahwa subvarian COVID JN.1 menyumbang 39% hingga 50% kasus di Amerika Serikat pada 23 Desember, menurut proyeksi badan tersebut.

Angka ini meningkat dari perkiraan 15% menjadi 29% kasus di Amerika Serikat, berdasarkan proyeksi CDC pada 8 Desember.

CDC mengatakan varian tersebut terus menyebabkan peningkatan jumlah infeksi dan kini menjadi varian yang paling banyak beredar di negara tersebut.

Pertumbuhan yang berkelanjutan menunjukkan bahwa varian tersebut lebih mudah menular atau lebih baik dalam menghindari sistem kekebalan dibandingkan varian lain yang beredar, tambahnya.

Baca juga :
Mendes PDT Ajak BUMN dan Swasta Tingkatkan Kepedulian kepada Desa

Masih terlalu dini untuk mengetahui apakah atau sejauh mana JN.1 akan menyebabkan peningkatan infeksi atau rawat inap, kata CDC, seraya menambahkan bahwa vaksin, tes, dan perawatan yang ada masih berfungsi dengan baik untuk melawannya.

Baca juga :
O`Reilly Terpukau dengan Gol Solo Run Cherki Lawan Arsenal

Pada hari Selasa, Organisasi Kesehatan Dunia mengklasifikasikan JN.1 sebagai "varian yang menarik" dan mengatakan bukti saat ini menunjukkan risiko kesehatan masyarakat yang rendah akibat jenis tersebut.

Baca juga :
Guardiola Sebut Bernardo Silva Layak Jadi Legenda Klub
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Covid Amerika Jenis Baru Varian JN1