Irak Jamin Keamanan Diplomatik Asing setelah Kasus Penyerbuan Kedutaan Swedia

Yati Maulana | Sabtu, 22/07/2023 21:05 WIB


Irak Jamin Keamanan Diplomatik Asing setelah Kasus Penyerbuan Kedutaan Swedia Seorang pengunjuk rasa mengangkat potret ulama Syiah Irak Moqtada al-Sadr saat asap mengepul dari gedung kedutaan Swedia di Baghdad, Irak, 20 Juli 2023. Foto: Reuters

JAKARTA - Pemerintah Irak berusaha untuk meyakinkan kembali misi diplomatik di negara itu tentang keamanan mereka pada Sabtu, dengan mengatakan tidak akan mengizinkan terulangnya penyerbuan kedutaan Swedia.

Pernyataan dari Kementerian Luar Negeri datang sehari setelah ratusan pengunjuk rasa menyerbu kedutaan Swedia di Baghdad, membakarnya sebagai protes terhadap rencana untuk membakar salinan Alquran di Stockholm. Irak juga mengusir duta besar Swedia.

"Pemerintah Irak berkomitmen penuh pada Konvensi Wina yang mengatur hubungan diplomatik antar negara dan menjamin keamanan dan perlindungan semua misi diplomatik penduduk," kata kementerian itu.

"Apa yang terjadi pada Kedutaan Besar Kerajaan Swedia di Baghdad tidak dapat terulang kembali, dan setiap tindakan serupa akan dikenakan pertanggungjawaban hukum," tambahnya.

Baca juga :
Puan Pastikan DPR Kawal Pelaksanaan Haji 2026

Irak mengusir duta besar Swedia pada Kamis, 20 Juli 2023, sebagai protes atas rencana pembakaran Alquran di Stockholm yang telah mendorong ratusan pengunjuk rasa menyerbu dan membakar kedutaan Swedia di Baghdad.

Baca juga :
Klinik SMM Jadikan Momen Hari Kartini Perkuat Peran Perempuan dalam Layanan Kesehatan

Sebuah pernyataan pemerintah Irak mengatakan Baghdad juga menarik kembali kuasa usahanya di Swedia, dan kantor berita negara Irak melaporkan bahwa Irak telah menangguhkan izin kerja Ericsson Swedia di tanah Irak.

Pengunjuk rasa anti-Islam, salah satunya adalah seorang imigran Irak ke Swedia yang membakar Alquran di luar masjid Stockholm pada bulan Juni, telah mengajukan permohonan dan mendapat izin dari polisi Swedia untuk membakar Alquran di luar kedutaan Irak pada hari Kamis.

Baca juga :
Sambut Pengesahan UU PPRT, Rerie Singgung Nilai-nilai Perjuangan RA Kartini

Dalam peristiwa tersebut, pengunjuk rasa menendang dan menghancurkan sebagian buku yang mereka katakan adalah Alquran, tetapi meninggalkan area tersebut setelah satu jam tanpa membakarnya. Alquran, teks agama utama Islam, diyakini oleh umat Islam sebagai wahyu dari Tuhan.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Pembakaran Alquran Irak Usir Duta Besar Swedia