Oposisi Sebut Taman Turki yang Terbengkalai sebagai Bukti Pemborosan Erdogan

Yati Maulana | Jum'at, 29/07/2022 01:01 WIB


Oposisi Sebut Taman Turki yang Terbengkalai sebagai Bukti Pemborosan Erdogan Model dinosaurus terlantar terlihat di taman hiburan Ankapark di Ankara, Turki, 25 Juli 2022. Foto: Reuters

JAKARTA - Dinosaurus raksasa dan model robot yang ditinggalkan di antara wahana pameran tua menciptakan suasana dystopian di sebuah taman hiburan yang sudah tidak berfungsi di ibu kota Turki, yang sekarang disorot oleh walikota partai oposisi sebagai bukti pemborosan pemerintah di masa lalu.

Tiga tahun lalu, Presiden Tayyip Erdogan membuka taman hiburan besar dengan keriuhan besar menjelang pemilihan lokal, tetapi Partai AK yang berkuasa kemudian kehilangan kendali atas kotamadya Ankara pada pemungutan suara berikutnya.

Bulan ini, setelah pertempuran hukum selama dua tahun, pengadilan memutuskan untuk mengalihkan kendali "Ankapark" ke dewan kota baru yang dijalankan oleh oposisi utama CHP setelah proyek yang merugi itu rusak.

Walikota CHP Mansur Yavas mengambil kesempatan untuk melarang penggunaan dana publik dalam sebuah proyek yang menurutnya menelan biaya $801 juta, uang yang menurutnya dapat digunakan untuk proyek yang lebih bermanfaat secara sosial.

Baca juga :
Berbagai Dampak Buruk Sering Begadang untuk Kesehatan Otak Anda

"Lima belas ribu unit perumahan sosial atau 300 asrama mahasiswa bisa dibangun untuk memenuhi kebutuhan rakyat Ankara," kata Yavas setelah mengambil alih pembangunan pekan lalu.

Baca juga :
Polda Banten Tindak Penyelewengan LPG Subsidi, Pertamina Patra Niaga Apresiasi

Model dinosaurus, yang membuat taman itu terkenal, sekarang berantakan dan berserakan di sekitar area yang ditinggalkan dan tertutup rumput liar seukuran sekitar 120 lapangan sepak bola.

Komentar Yavas muncul menjelang pemilihan presiden dan parlemen yang dijadwalkan Juni mendatang, dengan jajak pendapat menunjukkan dukungan yang berkurang tajam untuk Erdogan dan Partai AK setelah hampir dua dekade berkuasa.

Baca juga :
Profil dan Biografi Singkat 13 Tokoh Pendiri PMII

Taman itu, yang membutuhkan waktu enam tahun untuk dibangun, adalah gagasan Melih Gokcek, walikota lama AKP di Ankara. Pada upacara pembukaan, Erdogan mengatakan akan menghasilkan sekitar $ 10 juta per tahun bagi pemerintah kota.

Namun, operator menutupnya delapan bulan kemudian pada November 2019 karena kerugian yang dideritanya.

Ada sedikit komentar dari pejabat Partai AK tentang langkah pengadilan dan tuduhan oposisi tentang pemborosan, tetapi wakil kepala provinsi di Ankara, Mehmet Yilmazer, menuduh walikota menyabot proyek tersebut.

"Mansur Yavas belum memberikan layanan apa pun ke Ankara," kata Yilmazer di Twitter. "Dia membuat Ankapark bangkrut dan membiarkannya membusuk."

Yavas mengatakan kotamadya akan memutuskan dalam konsultasi dengan penduduk kota apa yang harus dilakukan dengan taman dan sedang mencari proposal pembangunan melalui situs web.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Presiden Erdogan Taman Turki Oposisi