Korea Utara Kecam Tuduhan Amerika Tentang Pencurian Cryptocurrency

| Minggu, 24/07/2022 13:30 WIB


Korea Utara Kecam Tuduhan Amerika Tentang Pencurian Cryptocurrency Ilustrasi cryptocurrency Bitcoin, Ethereum, DogeCoin, Ripple, Litecoin. Foto: Reuters

JAKARTA - Korea Utara pada hari Sabtu mengutuk pernyataan pejabat senior Gedung Putih tentang kemampuan serangan siber Pyongyang dan mengatakan akan terus menentang apa yang disebut agresi Amerika Serikat terhadapnya.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri mengatakan bahwa Korea Utara dicap sebagai "kelompok penjahat" mengungkapkan sifat sebenarnya dari kebijakan bermusuhan Washington terhadap Korea Utara.

Anne Neuberger, wakil penasihat keamanan nasional AS untuk dunia maya dan teknologi baru, dilaporkan mengatakan pada hari Rabu bahwa Korea Utara adalah sindikat kriminal yang mengejar pendapatan "dengan kedok sebuah negara".

Korea Utara secara luas diyakini memiliki ribuan peretas terlatih dan pencurian cryptocurrency telah menjadi sumber utama pendanaan untuk negara yang terkena sanksi dan program senjatanya.

Baca juga :
Hukum Puasa Hari Tertentu Karena Tradisi Menurut Syariat

"Bagaimanapun, pemerintah AS telah mengungkapkan gambaran sebenarnya dari kebijakan permusuhannya yang paling keji, yang pernah ditutupi di bawah tabir `dialog tanpa pamrih` dan `keterlibatan diplomatik`," kata kantor berita negara KCNA, mengutip juru bicara kementerian luar negeri.

Baca juga :
Hari Hiu Paus Sedunia Setiap 30 Agustus, Ini Sejarah hingga Maknanya

"Dengan cara yang sama, DPRK akan menghadapi AS, satu-satunya kelompok penjahat di dunia."

Baca juga :
Ini Sejarah dan Makna dari Hari Anti-Penghilangan Paksa Internasional
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Amerika Serikat Korea Utara Pencurian Crypto