
Velg motor dengan system ABS memiliki rotor yang berguna sebagai sensor pergerakan ban. Foto: google.com
JAKARTA - Velg merupakan bagian penting bagi kendaraan, velg menjadi salah satu yang paling banyak dicari untuk memodifikasi kendaraan motor ataupun mobil.
Untuk pergantian velg juga tidak bisa sembarangan, khususnya untuk motor keluaran 2015 keatas yang rata-rata sudah dilengkapi dengan sitem rem ABS (Anti-lock Braking System).
ABS sendiri merupakan teknologi penunjang keselamatan untuk mencegah rem mengunci ketika digunakan. Saat ini teknologi ABS sudah banyak diterapkan sebagai fitur bawaan di motor berkapasitas kecil baik tipe matic maupun motor sport.
Jika ingin mengganti velg motor yang sudah memiliki system ABS harus lebih diperhatikan dan tidak sembarangan asal kanibalin velg dari motor lain.
Yusa Firdaus selaku mekanik dari 902 Garage membeberkan hal yang harus diperhatikan sebelum mengganti velg motor dengan system ABS.
Yusa mengatakan bahwa di setiap motor dengan system ABS memiliki rotor ABS, sebuah lempengan besi berbentuk bulat yang berguna untuk menginput sensor pergerakan roda.
Rotor inilah yang tidak bisa sembarangan dipasang di setiap velg, jika ingi terpaksa harus ganti velg, Yusa menyarankan agar membawa rotor ABS-nya untuk dicocokan dengan velg baru.
"Harus bawa rotor ABS bawaan ke pelek yang mau dipasang, terutama untuk motor sport yang memang rata-rata peleknya belum ada dudukan untuk rotornya. Makanya harus dibuatkan dudukan rotornya lagi," kata Yusa, dilansir dari GridOto.com.
Jika velg baru tidak memiliki dudukan untuk rotor ABS-nya, maka bisa dilakukan dengan cara membuat dudukan untuk rotor tersebut di velg baru.
Tapi, untuk membuat dudukan rotor sangat sulit dan tidak mudah. Pasalnya, mekanik harus benar-benar memastikan presisi dudukan dan tidak goyang jika motor berjalan.
Yusa mengatakan jika dudukan rotor yang dibuat tidak presisi dan goyang Ketika motor bergerak, justru itu membahayakan pengendara, biasanya indikator ABS akan berkedip-kedip karena sensor mengirim sinyal ada masalah ke ECU.