
Kendaraan lapis baja Ukraina yang membawa pasukan di kota Bakhmut (wilayah Donetsk), 23 Mei 2022.(foto: lemonde.fr)
JAKARTA - Pemerintah Swiss telah memveto permintaan Denmark untuk mengirim pengangkut personel lapis baja buatan Swiss ke Ukraina, dengan alasan kebijakan netralitasnya untuk tidak memasok senjata ke zona konflik.
Sekretariat Negara untuk Urusan Ekonomi (SECO) menolak tawaran Denmark untuk menyediakan kendaraan tempur infanteri Piranha III ke Ukraina, katanya, membenarkan sebuah laporan oleh penyiar SRF.
Swiss yang netral mengharuskan negara asing yang membeli senjata Swiss untuk meminta izin untuk mengekspor kembali.
Pada bulan April mereka memveto ekspor ulang amunisi buatan Swiss yang digunakan dalam tank anti-pesawat yang dikirim Jerman ke Ukraina. Swiss juga menolak permintaan Polandia untuk senjata untuk membantu tetangga Ukraina.
Swiss telah berpisah dengan praktik masa lalu dan mengadopsi sanksi Uni Eropa yang dirancang untuk menghukum Rusia karena menginvasi Ukraina, sebuah serangan yang digambarkan Moskow sebagai operasi militer khusus untuk melucuti senjata dan "de-Nazify" Ukraina.
Tetapi netralitas Swiss menghadapi ujian terbesarnya dalam beberapa dekade ketika perdebatan domestik berkecamuk tentang bagaimana menafsirkan kebijakan yang menjauhkan Swiss dari kedua perang dunia selama abad ke-20.