Rubel Menguat Terhadap Dolar AS

Akhyar Zein | Kamis, 07/04/2022 14:29 WIB


Para analis mengatakan permintaan Rusia untuk menggunakan rubel dalam pembayaran gas di Eropa bersama harga energi yang tinggi membantu pemulihan mata uang Rusia. Ilustrasi. Mata uang Rubel (foto: Pexels/ rt.com)

JAKARTA - Data dari bursa saham Moskow mengatakan mata uang Rubel Rusia menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS), dan hampir kembali ke level sebelum terjadi perang Rusia di Ukraina.

Nilai tukar dolar AS-rubel turun 2,54 persen menjadi 81 pada Rabu, pertama kali Rubel mencapai level itu sejak 24 Februari, hari di mana Rusia melancarkan perangnya terhadap Ukraina.

Para analis mengatakan permintaan Rusia untuk menggunakan rubel dalam pembayaran gas di Eropa bersama harga energi yang tinggi membantu pemulihan mata uang Rusia.

Minyak mentah Rusia diperdagangkan sekitar USD107 per barel di pasar internasional.

Baca juga :
Polda Banten Tindak Penyelewengan LPG Subsidi, Pertamina Patra Niaga Apresiasi

Presiden Rusia Vladimir Putin baru-baru ini menandatangani dekrit yang mewajibkan negara-negara "tidak bersahabat" untuk membayar gas Rusia dalam rubel, dan menambahkan bahwa kontrak gas akan dihentikan kecuali pembayaran dilakukan dalam rubel mulai 1 April kemarin.

Baca juga :
Profil dan Biografi Singkat 13 Tokoh Pendiri PMII
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Rubel Rusia dolar membayar gas menguat