Kementerian Pertahanan Ukraina: Rusia Bersiap Merebut Kyiv

Akhyar Zein | Rabu, 09/03/2022 22:40 WIB


Kyiv, kota terpadat di Ukraina, dikatakan relatif sepi dalam beberapa hari terakhir, meskipun artileri Rusia telah menggempur pinggiran ibukota Tentara Ukraina di kota Kyiv (foto: Financial Times/ georgiatoday.ge)

JAKARTA - Ukraina pada hari Rabu mengatakan angkatan bersenjata Rusia sedang bersiap untuk merebut ibukota Kyiv.

"Menurut informasi yang tersedia, musuh sedang mempersiapkan upaya baru untuk merebut Kyiv," kata layanan pers Angkatan Bersenjata Ukraina dalam sebuah pernyataan.

Kyiv, kota terpadat di Ukraina, dikatakan relatif sepi dalam beberapa hari terakhir, meskipun artileri Rusia telah menggempur pinggiran ibukota.

Awal pekan ini, walikota Kyiv Vitali Klitschko telah mendesak masyarakat untuk tinggal di dalam rumah atau di tempat penampungan saat kota meningkatkan langkah-langkah pertahanan, menambahkan bahwa pertempuran sengit sedang berlangsung di luar Kyiv.

Baca juga :
Studi: 95 Persen Mikroba di Bumi Punya Kemampuan Mengurai Plastik

"Kotamadya Kyiv melakukan segalanya untuk memastikan layanan kota yang dapat diandalkan," katanya. "Kami mendistribusikan bantuan di antara populasi yang paling rentan dan menimbun makanan, kebutuhan pokok, dan obat-obatan."

Baca juga :
"Super El Nino" Berpotensi Terjadi, Ilmuwan Sebut Bukan Ancaman Iklim Terbesar

Perang Rusia di Ukraina, yang dimulai pada 24 Februari, telah menuai kecaman internasional dan menyebabkan sanksi keuangan yang berat di Moskow.

Memperhatikan protes global, banyak bisnis besar dunia juga telah membatasi atau menghentikan operasi mereka di Rusia.

Baca juga :
Harga BBM Nonsubsidi Naik Signifikan, Anggota DPR Kritik Pertamina

Setidaknya 474 warga sipil telah tewas dan 861 terluka di Ukraina sejak awal perang, dan lebih dari 2,1 juta orang telah melarikan diri ke negara-negara tetangga, menurut perkiraan PBB.

Rusia adalah salah satu produsen minyak utama dunia, dan juga mendominasi pasar energi Eropa sebagai pemasok gas alam terbesarnya. Konflik dan sanksi selanjutnya telah mengirim harga minyak mentah lebih tinggi karena kekhawatiran pasokan tumbuh.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Ukraina Rusia Kyiv menimbun makanan