Wapres Harris: Kemungkinan Perang di Eropa Sangat Nyata

akhyar | Senin, 21/02/2022 10:10 WIB


Harris menyatakan bahwa solusi diplomatik tetap merupakan resolusi yang lebih disenangi terkait kemungkinan Rusia menginvasi Ukraina. Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris (foto: Reuters)

JAKARTA - Kemungkinan perang sangat nyata di Eropa, Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris Minggu (20/2) memperingatkan.

Terkait pasukan Rusia yang berkumpul di dekat perbatasan Ukraina, Harris meminta agar orang-orang mengambil "waktu sejenak untuk memahami pentingnya apa yang kita bicarakan" katanya saat berbicara kepada media dalam Konferensi Keamanan Munchen.

Haris berujar, "Sudah lebih dari 70 tahun dan dalam 70 tahun itu, seperti saya sebutkan, kemarin, telah terjadi perdamaian dan keamanan. Kita berbicara tentang kemungkinan nyata perang di Eropa."

Harris menyatakan bahwa solusi diplomatik tetap merupakan resolusi yang lebih disenangi terkait kemungkinan Rusia menginvasi Ukraina.

Baca juga :
Prediksi Starting XI Barcelona vs Rayo Vallecano

Rusia, Sabtu, mengadakan latihan nuklir di negara tetangganya, Belarus. Sejak beberapa hari lalu angkatan laut Rusia berlatih di lepas pantai Laut Hitam.

Baca juga :
Hukum Mengkhususkan Jumlah Dzikir Menurut Dalil Syariat Islam

Amerika dan banyak negara Eropa selama berbulan-bulan telah menuduh Rusia berusaha membuat dalih untuk menyerang Ukraina. Mereka mengancam sanksi besar-besaran dan segera jika itu terjadi.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy meminta Presiden Rusia Vladimir Putin untuk memilih tempat di mana kedua pemimpin dapat bertemu untuk mencoba menyelesaikan krisis tersebut.

Baca juga :
Muktamar NU, Fatayat Serukan FANTIK: Hentikan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Rusia membantah berencana untuk menyerang.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Perang Eropa Kamala Harris membantah