Rumah Anggota Parlemen Prancis Diserang Para Anti Vaksin

Yati Maulana | Kamis, 30/12/2021 19:28 WIB


Garasi dan mobilnya dibakar, temnboknya juga dicoret-coret. Botol vaksin Sputnik V terlihat di Rumah Sakit Pusat Del-Pest di Budapest, Hongaria, 12 Februari 2021. (Foto file: tempo.co)

JAKARTA - Garasi milik anggota parlemen partai yang berkuasa di Prancis dibakar. Tidak hanya itu, temboknya pun dicoret dengan grafiti oleh orang-orang yang diduga merupakan pengunjuk rasa anti-vaksin.

Aksi itu dilakukan setelah Pemerintah Prancis bersiap untuk memperketat undang-undang terkait suntikan vaksin Covid-19 di tengah melonjaknya jumlah warga yang terinfeksi.

Di Chambly, Paris utara, kediaman Pascal Boris, anggota parlemen dari Partai LREM (La République En Marche!) yang merupakan kubu Emmanuel Macron, menjadi sasaran pada Selasa malam hingga Rabu lalu, seperti dikutip dari Reuters.

Mobil berikut garasinya dibakar dan kata-kata “Vote No” (memilih untuk tidak divaksin) dicoretkan di dinding yang mengelilingi rumahnya.

Baca juga :
De Ligt Terancam Absen hingga Akhir Musim Akibar Cedera Kronis

“Tindakan kriminal berbentuk intimidasi seperti itu tidak diterima dalam demokrasi,” kata Menteri Dalam Negeri Prancis, Gerald Darmanin, dalam cuitannya di Twitter. Dia menambahkan polisi sudah memulai investigasi.

Baca juga :
Meski Gencatan Senjata, Israel Tegaskan Operasi terhadap Hizbullah Belum Selesai

Kata-kata serupa juga dicoretkan di dinding kantor anggota parlemen partai LREM Carole Bureau-Bonnard di Noyon, lebih utara lagi dari Paris dalam beberapa pekan baru-baru ini.

“Ini mengkhawatirkan bahwa beberapa orang menyebut langkah-langkah untuk melawan epidemi membuat Prancis terlihat seperti diktator. Mereka harus pergi dan melihat di beberapa negara lain dan berpikir tentang situasi di rumah sakit di mana sebagian besar pasien Covid belum divaksin,” kata Darmanin.

Baca juga :
Bernardo Silva Resmi Tinggalkan Manchester City Akhir Musim Ini

Menghadapi lonjakan baru infeksi Covid, dengan rekor tertinggi lebih dari 208.000 kasus baru dilaporkan pada Rabu, pemerintah akan mewajibkan orang-orang menunjukkan bukti vaksinasi untuk masuk ke tempat-tempat publik mulai 15 Januari 2022. Saat ini, bukti tes Covid negatif digunakan untuk masuk ke bar, bioskop, dan kereta.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Anti Vaksin Anggota Parlemen Kasus Prancis