Ratusan Ribu Orang Terinfeksi Omicron Setiap Hari, Ini Penjelasan Ilmuan Inggris

Asrul | Minggu, 19/12/2021 10:02 WIB


Lebih dari 300.000 orang meninggalkan rumah dan resor tepi pantai mereka saat Topan Rai melanda wilayah selatan dan tengah nusantara. Badai itu memutus komunikasi dan listrik di banyak daerah, merobek atap dan menjatuhkan tiang listrik beton. Seorang petugas kesehatan menandai alat uji sampel selama latihan pengujian komunitas, saat pihak berwenang berlomba untuk menahan penyebaran COVID-19 di Abuja, Nigeria pada 16 April 2020. (Foto: REUTERS/Afolabi Sotunde)

Jakarta - Penasihat ilmiah untuk pemerintah Inggris mengatakan "hampir pasti" bahwa ratusan ribu orang terinfeksi varian virus corona Omicron setiap hari dan rawat inap di rumah sakit kemungkinan akan melonjak.

"Jumlah infeksi Omicron yang diamati saat ini yang dirawat di rumah sakit di Inggris mungkin sekitar sepersepuluh dari jumlah sebenarnya karena keterlambatan data pelaporan rumah sakit," kata Kelompok Penasihat Ilmiah untuk Keadaan Darurat dalam risalah pertemuan pada 16 Desember.

Data yang diterbitkan pada Sabtu (18/12) menunjukkan kasus Omicron yang dikonfirmasi mencapai 24.968 pada 1800 GMT pada 17 Desember, naik lebih dari 10.000 kasus dari 24 jam sebelumnya.

Tanpa langkah-langkah lebih lanjut untuk memperlambat penyebaran COVID-19, "pemodelan menunjukkan puncak setidaknya 3.000 penerimaan rumah sakit per hari di Inggris," menurut risalah pertemuan.

Baca juga :
Berbagai Dampak Buruk Sering Begadang untuk Kesehatan Otak Anda

Sebagai informasi, varian Omicron pertama kali dilaporkan ke WHO dari Afrika Selatan pada 24 November lalu. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan, varian ini telah diidentifikasi di 89 negara di dunia. 

Baca juga :
Polda Banten Tindak Penyelewengan LPG Subsidi, Pertamina Patra Niaga Apresiasi
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Ilmuwan Inggris Infeksi Omicron Varian COVID 19