Seorang Pria Membunuh Warga Sipil di Yerusalem

Ariyan Rastya | Minggu, 21/11/2021 18:35 WIB


Insiden itu menjadi serangan kedua di Yerusalem dalam empat hari, terjadi di dekat salah satu gerbang kompleks Masjid Al-Aqsa, situs tersuci ketiga dalam Islam. Orang-orang Yahudi menghormati situs tersebut sebagai sisa dari dua kuil kuno.  Personel keamanan Israel dan anggota tim Penyelamatan dan Pemulihan Zaka membawa mayat seorang pria Palestina yang ditembak mati oleh polisi Israel setelah dia membunuh seorang warga Israel dan melukai empat lainnya dalam serangan penembakan di Kota Tua Yerusalem, Minggu, 21 November 2021. (Foto: CNA)

katakini.com - Seorang pria Palestina membunuh seorang warga sipil dan melukai tiga orang lainnya di Kota Tua Yerusalem pada hari Minggu 21/11, pejabat setempat mengatakannya dalam Konferensi Pers.

Pria tersebut diduga sebagai salah satu anggota Kelompok Pembela Islam "Hamas", karena pria tersebut bersenjata lengkap sebelum akhirnya dapat dilumpuhkan oleh Polisi Israel.

Insiden itu menjadi serangan kedua di Yerusalem dalam empat hari, terjadi di dekat salah satu gerbang kompleks Masjid Al-Aqsa, situs tersuci ketiga dalam Islam. Orang-orang Yahudi menghormati situs tersebut sebagai sisa dari dua kuil kuno. 

Menteri Keamanan Dalam Negeri Israel Omer Barlev mengatakan pria bersenjata itu sebagai anggota Hamas dari Yerusalem Timur. "Dia menggunakan senapan mesin ringan dalam serangan itu," kata Barlev.

Baca juga :
Studi: 95 Persen Mikroba di Bumi Punya Kemampuan Mengurai Plastik

Dalam sebuah pernyataan, Hamas juga telah mengkonfirmasi bahwa pria yang membunuh warga sipil dan melukai 3 orang lainnya adalah anggotanya. 

Baca juga :
"Super El Nino" Berpotensi Terjadi, Ilmuwan Sebut Bukan Ancaman Iklim Terbesar

Dilansir dari CNA, Perdana Menteri Israel Naftali Bennett memerintahkan keamanan ditingkatkan di sekitar Yerusalem setelah serangan tersebut.

"Pada pagi seperti ini, seseorang dapat menarik dukungan dari keputusan (Inggris) untuk menggambarkan Hamas termasuk apa yang disebut sayap politiknya sebagai organisasi teroris," kata Bennett kepada kabinetnya.

Baca juga :
Harga BBM Nonsubsidi Naik Signifikan, Anggota DPR Kritik Pertamina

Palestina menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara masa depan. Namun Israel mengatakan seluruh kota adalah ibukota abadi dan tak terpisahkan.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Seorang Pria Membunuh Warga di Yerusalem