Anthony Sebut Covid-19 Dapat Diturunkan ke Tingkat Endemik, Asal?

Asrul | Rabu, 17/11/2021 07:17 WIB


Dosis penguat dari vaksin COVID-19 sangat penting untuk mencapai titik itu, kata Fauci dalam sebuah wawancara selama konferensi Reuters Total Health, yang berlangsung hampir dari 15-18 November. Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, Anthony Fauci berbicara selama dengar pendapat Komite Kesehatan, Pendidikan, Tenaga Kerja dan Pensiun Senat di Washington, DC, pada 30 Juni 2020. (Foto: Al Drago / Pool via REUTERS)

Katakini.com - Pejabat tinggi penyakit menular Amerika Serikat (AS), Anthony Fauci mengatakan pada Selasa (16/11) kemungkinan COVID-19 diturunkan menjadi penyakit endemik dari keadaan darurat kesehatan saat ini tahun depan jika negara itu meningkatkan tingkat vaksinasi.

Dosis penguat dari vaksin COVID-19 sangat penting untuk mencapai titik itu, kata Fauci dalam sebuah wawancara selama konferensi Reuters Total Health, yang berlangsung hampir dari 15-18 November.

Para ahli percaya COVID-19 tidak dapat dihilangkan dan kemungkinan akan menjadi endemik, yang berarti akan selalu ada dalam populasi sampai tingkat tertentu, seperti flu atau cacar air.

"Bagi saya, jika Anda ingin menjadi endemik, Anda harus mendapatkan tingkat infeksi yang sangat rendah sehingga tidak berdampak pada masyarakat, pada kehidupan Anda, pada ekonomi Anda," kata Fauci.

Baca juga :
Berbagai Dampak Buruk Sering Begadang untuk Kesehatan Otak Anda

"Orang masih akan terinfeksi. Orang mungkin masih dirawat di rumah sakit, tetapi tingkatnya akan sangat rendah sehingga kita tidak memikirkannya sepanjang waktu dan itu tidak memengaruhi apa yang kita lakukan," sambungnya.

Baca juga :
Polda Banten Tindak Penyelewengan LPG Subsidi, Pertamina Patra Niaga Apresiasi

Untuk sampai ke sana, kata dia, akan membutuhkan lebih banyak orang yang menyingsingkan lengan baju mereka untuk suntikan dan booster COVID-19 awal.

"Jika AS menyediakan booster untuk semua orang, ada kemungkinan negara tersebut dapat mengendalikan virus pada musim semi 2022," tambah Fauci.

Baca juga :
Profil dan Biografi Singkat 13 Tokoh Pendiri PMII

Suntikan booster saat ini tersedia, setidaknya enam bulan setelah menyelesaikan vaksinasi sebelumnya untuk orang yang mengalami gangguan kekebalan, mereka yang berusia 65 tahun ke atas dan orang lain yang berisiko tinggi terkena penyakit parah atau sering terpapar virus melalui pekerjaan atau situasi kehidupan mereka.

Beberapa negara bagian dan New York City telah memperluas ketersediaan booster sebelum rekomendasi federal.

"Lihat apa yang dilakukan negara lain sekarang tentang mengadopsi kampanye pendorong secara virtual untuk semua orang. Saya pikir jika kita melakukannya, dan kita melakukannya dengan sungguh-sungguh, saya pikir pada musim semi kita dapat memiliki kendali yang cukup baik atas ini," kata Fauci.

Ada berbagai pendapat tentang apa yang mungkin dianggap mengendalikan virus, Fauci mencatat. "Anda bisa mengendalikannya pada 50.000 kasus sehari. Bagi saya, itu bukan kontrol yang baik, dan itu bukan endemisitas yang akan saya terima."

Dia tidak setuju dengan mereka yang berpendapat bahwa inilah saatnya untuk mulai belajar hidup dengan virus.

"Saya tidak ingin duduk diam ketika kita memiliki 70.000 hingga 85.000 infeksi baru setiap hari dan berkata, `Oh, well, kita tidak bisa melakukan yang lebih baik dari itu. Mari kita jalani saja.` Maaf, bukan itu yang kami inginkan," katanya.

Itulah sebabnya dia terus mendorong agar sebanyak mungkin orang divaksinasi.

"Bagi saya, endemisitas berarti lebih banyak orang yang divaksinasi, lebih banyak orang yang dikuatkan, dan meskipun Anda tidak menghilangkan atau membasminya, infeksi itu tidak mendominasi hidup Anda," katanya.

Fauci mengatakan, jelas bahwa booster dapat meningkatkan antibodi ke tingkat protektif. Dan meskipun terlalu dini untuk mengatakan apakah antibodi tersebut pada akhirnya akan berkurang, ada kemungkinan yang cukup baik bahwa dosis booster akan menghasilkan pematangan afinitas, sebuah proses di mana booster menyempurnakan respons imun, meningkatkan kekuatan dan daya tahannya.

"Ini adalah virus baru. Kami tidak bisa memprediksi," ujarnya. (Reuters)

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Amerika Serikat Anthony Fauci Booster Vaskin COVID 19