Taliban Stabilkan Mata Uang Afghani Hadapi Sanksi Keuangan

akhyar | Selasa, 16/11/2021 13:58 WIB


Bank Da Afghanistan meminta bank swasta dan pedagang valas untuk mengambil bagian dalam proses penawaran. Ilustrasi. Tumpukan uang kertas Afgahnistan, Afghani ( foto: istockphoto.com)

Katakini.com,- Pemerintah sementara Taliban di Afghanistan pada hari Senin berjanji untuk melelang USD10 juta di pasar terbuka untuk membendung jatuhnya nilai mata uang afghani lokal.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh Bank Da Afghanistan, bank sentral, diumumkan dolar ini akan dilelang pada Selasa.

Bank Da Afghanistan meminta bank swasta dan pedagang valas untuk mengambil bagian dalam proses penawaran.

Hal ini terjadi ketika afghani mencapai level terendah dua dekade terhadap dolar AS, dengan perdagangan USD1 untuk 95 afghani.

Baca juga :
Berbagai Cara Sederhana Memahami Kurs Dolar bagi Pemula

Awal pekan ini, Human Rights Watch menyerukan pelonggaran sanksi keuangan terhadap Afghanistan.

Baca juga :
Kapan Mulai Masuk Bulan Muharram 2026? Ini Penjelasannya

Mereka mendesak PBB dan lembaga keuangan internasional menyesuaikan pembatasan dan sanksi yang mempengaruhi ekonomi negara dan sektor perbankan.

“Ekonomi dan layanan sosial Afghanistan runtuh, dengan warga Afghanistan di seluruh negeri sudah menderita kekurangan gizi akut,” kata John Sifton, direktur advokasi Asia di Human Rights Watch.(AA)

Baca juga :
Ini Sejarah Peringatan Hari Arsip Internasional Setiap 9 Juni
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Taliban mata uang pelonggaran sanksi Afghanistan